Sumariyoto Bukan Pelaku Sejarah Trans Jogja

Hal itu membuat dirinya secara pribadi tidak tahu mengapa halte Trans Jogja ditempatkan di atas trotoar.

Sumariyoto Bukan Pelaku Sejarah Trans Jogja
tribunjogja/rizki halim
Moda transportasi Trans Jogja 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Kurniatul Hidayah

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kepala UPT Trans Jogja Dinas Perhubungan DIY, Sumariyoto menjelaskan bahwa dirinya bukan menjadi pelaku sejarah Trans Jogja.

Hal itu membuat dirinya secara pribadi tidak tahu mengapa halte Trans Jogja ditempatkan di atas trotoar.

"Trans Jogja memang program pemerintah, dalam hal ini melalui Dinas Perhubungan DIY. Saat itu belum ada UPT Trans Jogja," ujarnya, Selasa (23/1/2018).

Ia juga mengaku bahwa tidak terlibat dalam pembahasan dan pengambilan keputusan tentang penempatan halte di atas trotoar tersebut.

Baca: Halte Trans Jogja di Trotoar Tidak Mengganggu

Mariyoto menuturkan, saat ini terdapat 112 halte Trans Jogja yang ada di seluruh kawasan perkotaan Yogyakarta.

Disinggung mengenai keberadaan halte Trans Jogja yang berada di atas trotoar, ia menuturkan bila dirasa mengganggu pengguna jalan, ia meminta ada solusi dari pemerintah agar halte tetap bisa diakses masyarakat umum yang hendak menggunakan Trans Jogja.

Baca: UPT Trans Jogja : Penempatan Halte Itu Program Pemerintah

"Kalau tak pindah (halte), mau pindah ke mana? Mau pembebasan lahan, terus lahannya siapa? Kalau nggak boleh ya nggak usah dikasih halte to," ungkapnya.

Tidak semua halte Trans Jogja berada di atas Trotoar.

Maryoto menyebutkan beberapa halte yang keberadaannya tidak di atas trotoar yakni halte Prambanan, Bandara Adisutjipto, Condong catur. Jombor, Giwangan, Ngabean, Gamping, dan Dongkelan.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: kur
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved