Ibadah Pekan Doa Sedunia Membawa Isu Intoleransi Hingga Kelaparan

Tidak hanya tentang persatuan umat Kristiani, isu kelaparan yang terjadi si Asmat, Papua juga menjadi hal yang disoroti dalam ibadah kali ini.

Ibadah Pekan Doa Sedunia Membawa Isu Intoleransi Hingga Kelaparan
tribunjogja/rizki halim
Ratusan umat Kristen dan Katolik Rabu malam (24/1/2018) berkumpul di Gereja St. Franciscus Xaverius Yogyakarta dalam rangka ibadah Pekan Doa Sedunia. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rizki Halim

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Ibadah Pekan Dia Sesunia yang digelar di Gereja ST. Franciscus Xaverius Yogyakarta pada Rabu malam (24/1/2018) membawa beberapa pesan persatuan untuk umat kristiani.

Acara yang digelar tiap tahun ini telah memasuki tahun ke-4 pada 2018, dengan cita-cita yang sama setiap tahunnya, ibadah membawa beberapa isu penting yang terjadi setahun terakhir.

Tidak hanya tentang persatuan umat Kristiani, isu kelaparan yang terjadi si Asmat, Papua juga menjadi hal yang disoroti dalam ibadah kali ini.

"Ada tiga isu yang kita bawa dalam Ibadah malam ini, yaitu isu intoleransi, kelaparan dan konflik yang terjadi di muka bumi," ujar Sekertaris Panitia, Paulus Kristanto.

Bahkan para panitia juga mengaku akan menggelar aksi guna memberikan beberapa bantuan di Asmat, Papua agar dapat membantu saudara yang dilanda kelaparan.

Dengn membawa pesan damai, acara indah malam ini ingin menunjukan bahwa umat kristiani ingin bersatu untuk saling meringankan beban yang dialami orang lain. (*)

Penulis: Rizki Halim
Editor: oda
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved