Adi Nugroho Nilai PSS Sleman Butuhkan Sosok Pemain Senior

Selain sebagai panutan di lapangan, sosok pemain senior sangat dibutuhkan PSS Sleman saat ini

Tayang:
situs resmi Liga Indonesia
Adi Nugroho 

TRIBUNJOGJA.COM - Punggawa anyar PSS Sleman yang baru didatangkan dari Semen Padang, Adi Nugroho mengaku cukup optimis menatap kompetisi musim depan bersama tim barunya meskipun saat ini skuat yang dimiliki Herry Kiswanto belumlah lengkap.

Meski modal menyongsong kompetisi mendatang terbilang cukup apik berhasil menjadi juara Coppa Sleman usai menahan imbang Kuala Lumpur FA dipertandingan terakhir, namun bagi Adi skuat yang ada saat ini masih membutuhkan tambahan pemain agar lebih matang menghadapi kompetisi Liga 2 yang semakin kompetitif.

"Saya lihat skuat sekarang sangat bagus, tapi setidaknya kita butuh beberapa tambahan pemain senior di masing lini untuk bisa membimbing skuat muda ini, tapi semua itu ya tergantung para pemain dan manajemen," ujar Adi.

Saat ini, skuat PSS Sleman mayoritas dihuni pemain muda. Bahkan hanya Yudi Khoiruddin lah yang notabene pemain senior, sementara pemain lainnya seperti Hisyam Tolle, Slamet Budiono, Rangga Muslim dan pemain lainnya berusia dibawah 30 tahun.

Menurut Adi, selain sebagai panutan di lapangan, sosok pemain senior sangat dibutuhkan PSS Sleman saat ini terutama untuk meredam emosi para pemain muda yang tak jarang meledak-ledak setiap bermain.

Ternyata anggapan tersebut bukan hanya diutarakan Adi saja, namun Pelatih PSS Sleman, Herry Kiswanto pun tak luput memberikan sorotan pada emosi para pemainnya yang kadang tak terkontrol sewaktu bertanding.

Seperti saat laga pamungkas Coppa Sleman melawan Kuala Lumpur FA beberapa waktu yang lalu, Slamet Budiono mendapatkan pelanggaran keras dari pemain asing Junior Aparecido Guimaro. Namun tindakan reaktif pemain pinjaman dari Sriwijaya FC tersebut dengan memukul Junior, akhirnya harus mendapat ganjaran kartu merah.

Adi Nugroho menambahkan, di kompetisi Liga 2 yang sudah disusutkan pesertanya dari musim sebelumnya, tentu setiap tim akan berusaha maksimal berebut tiket menuju kasta sepakbola tertinggi musim depan.

"Saya lihat kualitas semua tim sama, tergantung kesiapan pemain di lapangan itulah yang membedakan. Kami teman-teman semua bertekad ingin membawa PSS ke Liga teratas agar dapat membanggakan masyarakat Sleman," ujar Adi.

Pada kompetisi Liga 2 nanti, bukan tidak mungkin ia akan kembali bertemu tim lamanya, Semen Padang yang sama-sama harus berjuang di kasta kedua. Jika nantinya harus bertemu, Adi justru merasa senang namun ia ingin membuktikan kepada tim lamanya tersebut, bahwa ia bisa bermain lebih baik bersama PSS Sleman.

"Pasti senang bisa bertemu mantan tim, tapi saya ingin buktikan kalau saya bisa main lebih baik," pungkas Adi. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved