Pembangunan Shelter Tiga Kelas Ruang Belajar SD Seropan Hampir Selesai
Rencananya, selesai dibangun, ruang belajar siswa akan berpindah dari tenda darurat menuju Shelter.
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Muhammad Fatoni
Laporan Reporter Tribunjogja.com, Ahmad Syarifudin
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Shelter sebagai pengganti ruang belajar mengajar Sekolah Dasar (SD) Seropan, di desa Muntuk, Kecamatan Dlingo, hampir selesai dalam proses pembangunan.
Rencananya, selesai dibangun, ruang belajar siswa akan berpindah dari tenda darurat menuju Shelter.
Shelter itu berdiri disamping lahan tempat tenda darurat didirikan.
Berukuran luas sekira 6x15, shelter itu terbuat dari bambu dan beratapkan daun aren.
Tampak empat orang pekerja pagi itu tengah sibuk menyelesaikan pembangunan shelter.
Pembangunan sudah pada tahap pemasangan dinding yang terbuat dari bahan kalsiboard.
Kepala SD Seropan, Wagiran, mengatakan shelter yang tengah dibangun berdaya tampung tiga ruang kelas.
"Menunggu shelter dibangun, kami juga meminta untuk dibangunkan shelter untuk tiga ruang kelas lagi," ujar Wagiran, Minggu (22/01/2018)
Menurutnya, proses belajar mengajar yang dilakukan di dalam tenda darurat berlangsung tidak efektif.
Jika sudah memasuki waktu siang, banyak murid yang mengeluh kepanasan. Bahkan jika tengah hujan, air rembesan hujan bisa masuk kedalam sehingga sangat mengganggu proses belajar.
"Kami sempat ingin buat parit mengelilingi tenda untuk menampung air saat hujan. Tapi ternyata tanahnya batu cadas, jadi kami kesulitan," terangnya.
"Pas pukul 11.00, anak-anak kepanasan, kami inisiatif untuk belajar diluar, supaya tidak kepanasan," imbuh dia.
Dengan adanya shelter, nantinya ruang belajar jauh akan lebih nyaman. Harapannya siswa tidak lagi merasa kepanasan.
"Mudah-mudahan cepat selesai dan pindah belajar di shelter. Siswa bisa nyaman belajar," harapnya.
Diketahui, siswa SD Seropan terpaksa harus pindah belajar di tenda darurat lantaran halaman dan bangunan sekolah ambles pada 21 Desember 2017 silam.
Atas rekomendasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul, sekolah SD Seropan sudah tidak lagi layak untuk dijadikan tempat belajar, sehingga harus direlokasi dengan tenda darurat pada 2 Januari 2018. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/shelter-sd-seropan_20180122_210613.jpg)