Breaking News:

Jurnal Plantatropika dan Agraris Fakultas Pertanian UMY Kini Terakreditasi 'B'

Jurnal yang terakreditasi tersebut adalah jurnal Plantatropika dan Agraris.

Penulis: Tantowi Alwi | Editor: Muhammad Fatoni
dok.humas UMY
Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) memperoleh prestasi dengan jurnal yang mereka kelola terakreditasi status B. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Program Studi Agroteknologi dan Program studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) memperoleh prestasi dengan jurnal yang mereka kelola terakreditasi status B.

Jurnal yang terakreditasi tersebut adalah jurnal Plantatropika dan Agraris.

Akreditasi tersebut diberikan oleh Kementrian Riset dan Teknologi Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti), akreditasi 'B' atas jurnal tersebut mulai berlaku sejak Desember 2017.

Dekan Fakultas Pertanian yang sekaligus Chief Editor, Indira Prabasari mengatakan bahwa untuk mencapai hal tersebut bukanlah perjuangan yang mudah.

"Sebenarnya untuk Jurnal Plantatropika memang pernah terakreditasi, namun karena ada peraturan baru sehingga perlu untuk dilakukan pengajuan kembali. Permasalahan yang terjadi adalah Open Journal System (OJS), sedangkan manajemen jurnal kami masih konvensional sehingga untuk mengubahnya ke sistem online memakan waktu dan tenaga yang cukup banyak," ujarnya.

Walaupun sudah mendapatkan akreditasi dari Kemenristek Dikti, Indira mengatakan bahwa pencapaian ini bukanlah segalanya. Masih terdapat berbagai tantangan yang perlu dihadapi dalam rangka pencapaian terindeks scopus.

Masih terdapat beberapa tantangan yang perlu dihadapi, tantangan yang pertama untuk mencapai indeks scopus adalah jurnal yang menggunakan bahasa Inggris.

Hingga saat ini jurnal yang sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris sudah mencapai 80 persen dan untuk keberlanjutannya akan dibentuk sebuah tim untuk menerjemahkan jurnal ke dalam bahasa Inggris.

Kedua adalah penulis yang tidak hanya dari dalam negeri namun juga perlu berkolaborasi dengan penulis luar negeri. 

"Tantangan lain yang cukup sulit untuk dimaksimalkan adalah kualitas naskah. Selain itu, diperlukan pula reviewer yang berkompetensi bagus, ada 10 orang yang menjadi tim reviewer dan kesemuanya merupakan orang yang sibuk sehingga prosesnya sedikit lama," ungkapnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved