Harga Beras Melonjak Naik, Bulog Lakukan Operasi Pasar di Gunungkidul

Sebanyak 18,5 ton beras berkualitas medium pun dikirimkan ke Gunungkidul untuk operasi pasar kali ini.

Penulis: Rendika Ferri K | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Rendika Ferri
Warga tengah membeli beras di Operasi Pasar Bulog DIY dan Perpadi Gunungkidul, Kamis (18/1/2018) di depan Pasar Argosari Wonosari Gunungkidul. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri K

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Badan Urusan Logistik (Bulog) DIY bersama dengan Persatuan Penggilingan Padi (Perpadi) menggelar operasi pasar dengan komoditas beras di Pasar Argosari, Wonosari, Gunungkidul, Kamis (18/1/2018).

Operasi pasar ini dilakukan untuk menekan lonjakan harga beras yang terjadi beberapa waktu ini.

"Kami lakukan operasi pasari ini untuk mengatasi harga beras yang tinggi di pasaran Gunungkidul. Kami sediakan beras kualitas medium yang dijual dengan harga miring," ujar Humas Perpadi Gunungkidul, Joko Widiatmoko, Kamis (18/1/2018).

Sebanyak 18,5 ton beras berkualitas medium pun dikirimkan ke Gunungkidul untuk operasi pasar kali ini.

Harga yang ditawarkan yakni di bawah Harga Eceran Tertinggi, sebesar Rp 8.900 hingga Rp 9.350 per kilogram untuk beras medium.

Warga khususnya pedagang pun dapat membelinya dengan harga lebih murah dan menjualnya kembali sesuai dengan HET beras yang telah ditentukan pemerintah, sebesar Rp 9.450 per kilogram.

"Untuk pedagang kami jual dibawah HET yakni Rp 8900 perkilonya, tetapi mereka harus menjual Rp 9450 sesuai HETnya," katanya. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved