Jateng Tak perlu Impor Beras

Stok beras Di Jawa Tengah masih aman, karena target yang ditetapkan Bulog yakni menyalurkan 50.000 ton beras hingga Maret.

Jateng Tak perlu Impor Beras
istimewa
ilustrasi 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Bulog, terus melakukan berbagai upaya menstabilkan, harga beras yang hingga kini terbilang cukup mahal.

Karena masih belum meratanya operasi pasar yang ada di Jateng.

Kepala perum Bulog Divre Jateng, Djoni Nur Ashari menuturkan hingga hari ini Bulog sudah menyalurkan 20.200 ton beras ke 15 pasar tradisional penyumbang inflasi terbesar dan tersebar di 35 Kabupaten/Kota.

Stok beras Di Jawa Tengah masih aman, karena target yang ditetapkan Bulog yakni menyalurkan 50.000 ton beras hingga Maret.

Namun jika nanti dalam perkembangan harga beras relatif stabil, Jika harga telah dibawah Harga Eceran Tertinggi (HET) maka secara otomatis maka operasi pasar akan berhenti.

Baca: Wakil Bupati Katakan Harga Beras Naik Tak Berpengaruh di Gunungkidul

"Kami bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) terus melakukan berbagai upaya agar beras stabil, dan mengimbau kepada masyarakat untuk tidak menjual kembali beras yang dibeli dalam gelaran operasi pasar," kata Djoni Rabu (17/1/2018).

Reputasi Jateng sebagai lumbung beras nasional, membuat masyarakat Jateng tidak perlu risau akan adanya isu kelangkaan beras sebab Bulog, sudah mempersiapkan musim paceklik pada awal tahun 2018.

Selain itu, Bulog juga melakukan operasi pasar ke sejumlah Kota dan beberapa kota pencatat inflasi yakni Boyolali, Wonogiri serta Brebes.

"Pasar dan pusat keramaian bukan menjadi satu-satunya target Bulog, namun untuk mengoptimalkan penyerapan Bulog menyediakan mobil khusus, kesejumlah pemukiman penduduk agar pendistribusian lebih cepat," tambahnya.

Halaman
12
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved