Siswa SMPN 5 Yogyakarta Ciptakan Biodiesel dari Limbah Lemak Ayam dan Minyak Jelantah

Biodisel dari limbah lemak ayam dan minyak jelantah ini dapat digunakan sebagai energi alternatif sekaligus untuk mengurangi limbah.

Siswa SMPN 5 Yogyakarta Ciptakan Biodiesel dari Limbah Lemak Ayam dan Minyak Jelantah
tribunjogja/noristera pawestri
Gregory dan Puput berhasil meraih medali perak pada ajang Indonesia Science Festival 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Noristera Pawestri

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Siswa SMPN 5 Yogyakarta berhasil meraih medali perak pada ajang Indonesia Science Festival yang dihelat di Jakarta pada Desember lalu.

Dua siswa tersebut adalah Puput Rahmawati dan Gregory Hope Soegiantoro yang merupakan siswa kelas 8 SMPN 5 Yogyakarta.

Gregory dan Puput berhasil meneliti "Biodiesel Ramah Lingkungan dari Limbah Lemak Ayam dan Minyak Jelantah"

Gregory menuturkan, biodisel dari limbah lemak ayam dan minyak jelantah ini dapat digunakan sebagai energi alternatif sekaligus untuk mengurangi limbah.

Adapun proses pembuatan biodiesel ini tahapannya adalah lemak ayam dicairkan, kemudian cairan lemak ayam tersebut dicampurkan dengan metanol atau spiritus dan Natrium Hidroksida (NaOH).

"Setelah itu diproses menggunakan reaktor biodisel. Dalam proses tersebut kemudian ditransesterfikasi, diaduk, sambil dipanaskan dengan suhu 60derajat celcius," papar Gregory kepada tribunjogja.com

Kemudian setelah diproses menggunakan reaktor, diamkan selama semalam.

"Nanti ada gliserol sama biodisel trus dipisah. Gliserolnya dibuang," ujarnya, Senin (15/1/2018).

Ia menuturkan, keunggulan biodisel menggunakan limbah lemak ayam dan minyam jelantah ini antara lain harga bahan bakar tersebut lebih murah dibandingkan dengan solar.

Rencananya Gregory dan Puput akan berkompetisi lagi dengan menggunakan penelitian ini pada ajang Indonesia Science Project Olympiad (ISPO) yang akan digelar 23 Februari 2018 mendatang.

Penelitian ini telah dilakukan uji coba melalui masa jenis dan viskositas.

Namun Gregory dan Puput masih akan melakukan beberapa perbaikan pada penelitian ini menjelang kompetisi yang akan digelar Februari nanti.

"Ujinya mau ditambah, rencana mau di cek kadar metil ester dan membuat reaktor yang ramah lingkungan serta hemat energi," lanjutnya.

Ia berharap dirinya dan Puput dapa menghasilkan yang terbaik pada ajang Indonesia Science Project Olympiad (ISPO). (*)

Penulis: Noristera Pawestri
Editor: oda
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved