LIPSUS TRIBUN JOGJA

Ratusan Hotel di Jogja Pilih Sedot Air Tanah Ketimbang Pakai Air PDAM

Penerapan Perwal nomor 3 tahun 2014 tentang penyediaan air baku untuk usaha perhotelan di Kota Yogyakarta belum sepenuhnya ditaati.

Ratusan Hotel di Jogja Pilih Sedot Air Tanah Ketimbang Pakai Air PDAM
blog.mesin77.com
Ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Penerapan peraturan Wali Kota (Perwal) nomor 3 tahun 2014 tentang penyediaan air baku untuk usaha perhotelan di Kota Yogyakarta belum sepenuhnya ditaati.

Dari sekitar 418 hotel yang berdiri di Kota Yogya, hingga bulan Januari 2018 ini tercatat baru 156 hotel yang memasang air dari perusahaan air minum daerah (PDAM) Tirtamarta untuk mendukung usaha mereka.

Jika merujuk pada Perwal tersebut, pada Pasal 5 Perwal tersebut disebutkan, setiap usaha perhotelan yang telah berdiri sebelum berlakunya Peraturan Wali Kota ini wajib menyesuaikan ketentuan Peraturan ini paling lambat dua tahun setelah Peraturan Wali Kota ini ditetapkan.

Artinya, sejak tahun 2016, seharusnya seluruh hotel di Kota Yogyakarta wajib menggunakan air dari PDAM Tirtamarta.

Hanya saja, berbagai macam kendala menghantui penerapan Perwal tersebut, di antaranya adalah persoalan ketersediaan debit air dari PDAM setempat.

Selain itu, masih banyak pengusaha hotel yang memandang penggunaan air PDAM akan lebih menyedot anggaran operasional. Jika memasang, biasanya hanya sebagai syarat menjalankan Perwal saja alias formalitas.

Penelusuran Tribun Jogja, sejumlah hotel masih enggan menggunakan air PDAM karena berbagai macam faktor.

Heri (nama samaran), pengelola hotel di kawasan Taman Siswa mengaku tidak menggunakan saluran air PDAM di hotel yang dikelolanya.

Meskipun telah memasang saluran PDAM sebagai syarat Perwal tersebut.

Alasannya, tak lain karena perhitungan pajak dan juga beban operasional yang jauh lebih murah dengan air sumur atau tanah.

“Kami ada air PDAM, namun tidak kami gunakan hanya meteran saja (bayar beban). Kami lebih banyak menyedot air tanah,“ paparnya kepada Tribun Jogja, pekan lalu.

Dia mengungkapkan, kebutuhan akan air di hotelnya yang terdiri atas 29 kamar sudah tercukupi dengan air tanah.

Meskipun, dia sadar jika penggunaan air tanah yang berlebihan akan mengakibatkan dampak bagi ketersediaan air di lingkungan sekitarnya.

“Memang aturan tersebut bagus untuk perlindungan air tanah. Namun, memang debit air harus benar diperhatikan oleh PDAM,“ ujarnya.

Direktur PDAM Tirtamarta Kota Yogyakarta, Dwi Agus Triwidodo menjelaskan, hingga kini memang baru ada 156 hotel yang menerapkan Perwal tersebut dengan berlangganan air PDAM.

Namun, pihaknya masih dalam tahap kajian dan koordinasi agar nantinya semua hotel bisa berlangganan PDAM.

“Tidak bisa serta merta seluruhnya berlangganan. Kami juga melakukan kajian dan perbaikan secara bertahap untuk hal ini,“ ungkapnya.

Menurutnya, beberapa pertimbangan yang harus dikaji adalah terkait kuantitas air yang dihasilkan.

Sejauh ini, debit air PDAM berkisar antara 550 liter per detik yang ditujukan untuk sekitar 33.800 saluran rumah tangga.

Adapun untuk panjang saluran di seluruh Kota Yogyakarta mencapai hampir 800 kilometer.

Adapun untuk sumber air PDAM ini berasal dari enam sumur dan mata air di kawasan Sleman.

Ke depan, pihaknya pun masih menunggu pembangunan saluran air dari Kali Progo.

Jika saluran tersebut selesai dibangun dan dimanfaatkan, maka akan menambah debit air.

“Kami secara bertahap akan berupaya menambah jumlah hotel yang berlangganan sesuai dengan Perwal. Namun, kami tidak menarget harus berapa, karena masih ada banyak hal yang dibenahi,“ ulasnya.

Dikatakan Dwi Agus, secara kualitas air, PDAM Tirtamarta menjamin air tersebut bersih dan layak konsumsi.

Kelayakan tersebut pun sudah diuji secara klinis oleh Kementerian Kesehatan.

“Dari segi kualitas kami terjamin dan sudah diuji,“ tuturnya.

Semangat yang tertuang dalam Perwal yang dikeluarkan 6 Februari 2014 ini tak lain adalah untuk kelestarian air tanah di kawasan Kota Yogya.

Kekhawatiran akan berkurangnya debit air tanah karena digunakan hotel secara terus-menerus ini bisa diatasi jika seluruh hotel menerapkan aturan ini. (*)

Penulis: ais
Editor: dik
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved