LIPSUS TRIBUN JOGJA

Pemkot Yogyakarta Bakal Beri Sanksi Hotel Bandel yang Tak Gunakan Air PDAM

Pada tahun 2016 lalu, seharusnya hotel yang berdiri sebelum Perwal wajib menggunakan air PDAM.

Pemkot Yogyakarta Bakal Beri Sanksi Hotel Bandel yang Tak Gunakan Air PDAM
Net
Ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM - Penerapan peraturan Wali Kota (Perwal) nomor 3 tahun 2014 tentang penyediaan air baku untuk usaha perhotelan di Kota Yogyakarta belum sepenuhnya ditaati.

Dari sekitar 418 hotel yang berdiri di Kota Yogya, hingga bulan Januari 2018 ini tercatat baru 156 hotel yang memasang air dari perusahaan air minum daerah (PDAM) Tirtamarta untuk mendukung usaha mereka.

Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi mengatakan, pihaknya belum mengetahui secara pasti alasan ratusan hotel belum melaksanakan Perwal tersebut.

Meskipun, pada tahun 2016 lalu, seharusnya hotel yang berdiri sebelum Perwal wajib menggunakan air PDAM.

“Sejak tahun 2016 seharusnya hotel yang dibangun sebelum Perwal dikeluarkan harus menggunakan air PDAM. Jika tidak menggunakan sesuai dengan aturannya ada sanksi administrasi hingga pencabutan izin,“ tegasnya.

Baca: Ratusan Hotel di Jogja Pilih Sedot Air Tanah Ketimbang Pakai Air PDAM

Heroe pun meminta PDAM untuk melaporkan dan mengevaluasi terkait kendala pelaksanaan Perwal tersebut.

Menurut Heroe, jika memang tidak ada kendala signifikan, Perwal tersebut seharusnya sudah bisa diterapkan bagi seluruh hotel di Kota Yogyakarta.

“Kami akan mengevaluasi terlebih dahulu. Kalau memang ada hotel yang tidak mengindahkan maka ada tahapan sesuai aturan yang dilalui, yakni teguran hingga pencabutan izin tersebut,“ ucap Heroe.

Heroe menjelaskan, jika Perwal ini sukses diterapkan maka air tanah di Kota Yogya akan tetap terjaga dan dimanfaatkan untuk masyarakat.

Kota Yogya, kata dia, merupakan wilayah tangkapan air yang cukup besar.

“Sehingga warga pun tetap bisa menikmati berlimpahnya air,“ paparnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Layanan Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Kota Yogyakarta, Setyana menjelaskan, dokumen kesanggupan memasang PDAM bagi calon hotel memang wajib ditaati.

Utamanya, bagi hotel yang berdiri pascaperwal tersebut.

“Jadi pada saat mengurus IMB ada kesanggupan untuk memasang saluran PDAM,“ katanya.

Kendati demikian, Setyana tak menampik jika banyak hotel baru yang memasang PDAM sebagai formalitas.

Agar tidak terjerat sanksi Perwal, biasanya aliran PDAM ini hanya digunakan untuk kepentingan dalam lingkup kecil seperti menyiram tanaman dan lainnya.

“Jika memang diterapkan untuk seluruh hotel apakah PDAM sudah siap memenuhi kebutuhan hotel. Kualitasnya pun harus dijaga, jangan sampai justru mengganggu kenyamanan pengguna hotel,“ tuturnya. (*)

Penulis: ais
Editor: dik
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved