Delapan Investor Perhotelan Sudah Tancap Taring di Temon

Masing-masing mengucurkan nilai investasi hingga miliar rupiah untuk mendirikan bisnisnya.

Delapan Investor Perhotelan Sudah Tancap Taring di Temon
NET
Ilustrasi desain Bandara NYIA 

Selain itu, hotel budget di sekitar bandara juga dibutuhkan pengguna jasa penerbangan sebagai tempat transit.

Umumnya, penumpang cenderung memilih penginapan yang dekat bandara sembari menunggu penerbangan agar tidak kerepotan maupun kejauhan.

Baca: Rombongan PT Angkasa Pura Temui Sri Sultan HB X Bahas Perkembangan Bandara Kulonprogo

Namun begitu, Pemerintah Kabupaten Kulonprogo juga berharap ada investor bidang perhotelan yang menanamkan investasinya di wilayah Kota Wates.

Sehingga, ada imbas positif terhadap perekonomian masyarakat setempat karena kunjungan wisata dan pembelanjaan produk usaha masyarakat.

Jika hanya terfokus pada hotel transit, dikhawatirkan hal itu tidak banyak berdampak.

"Jangan sampai mereka hanya numpang lewat atau menunggu pesawat saja. Setidaknya harus berwisata di destinasi-destinasi Kulonprogo sehingga masa tinggalnya di sini lebih lama dan memberikan dampak positif dengan membeli produk warga," kata Agung.

Selain perizinan kesesuaian tata ruang, izin prinsip, maupun dokumen lingkungan, investor juga diwajibkan mengantongi rekomendasi tentang Kawasan Keselamatan Operasional Penerbangan (KKOP).

Jika sudah masuk masa konstruksi, pengelola nantinya harus mengurus izin mendirikan bangunan (IMB) dan tanda daftar usaha pariwisata (TDUP).

Baca: Air PDAM Tak Bisa Cukupi Kebutuhan Hotel saat Peak Season

Halaman
123
Penulis: ing
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved