Atasi Kelangkaan Gas Melon, Kulonprogo Usul Kuota Ditambah 20 Persen

Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi kenaikan harga gas saat musim liburan.

Atasi Kelangkaan Gas Melon, Kulonprogo Usul Kuota Ditambah 20 Persen
TRIBUNJOGJA.COM / Rendika Ferri K
ilustrasi: Warga tengah mengantre tabung gas elpiji tiga kilogram di SPBU Banar di Dusun Banar, Mungkid, Magelang, Senin (6/11/2017). 

TRIBUNJOGJA.COM, KULONPROGO - Kuota gas elpiji kemasan tiga kilogram atau gas melon di Kulonprogo pada 2018 ini diusulkan naik 20 persen.

Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi kenaikan harga gas saat musim liburan.

Kepala Seksie Promosi dan Distribusi, Dinas Perdagangan Kulonprogo, Nanik Triyani mengatakan usulan itu disampaikan kepada pemerintah pusat.

Menurut Nanik, setiap kabupaten atau kota di DIY biasanya mengusungkan penambahan kuota gas 15-20 persen.

"Usulan kenaikan kuota ini untuk mengantisipasi kenaikan harga gas saat libur nasional maupun libur hari raya keagamaan semisal Natal dan Idul Fitri," kata Nanik, Senin (15/1/2018).

Baca: Pertamina Klaim Tidak Ada Kelangkaan Gas Melon

Adapun kuota gas melon Kulonprogo saat ini sebanyak 3,52 juta tabung per tahun dan dengan usulan penambahan itu jumlahnya diperkirakan bisa meningkat jadi 4,4 juta pada tahun ini.

Per bulannya, kuota gas melon dialokasikan sebanyak 125.000 tabung.

Harga gas melon diakuinya sudah cukup tinggi ketika sampai di tangan konsumen.

Bahkan, lebih tinggi dari Harga Eceeran Tertinggi (HET) Rp15.500 yakni menyenntuh kisaran Rp18.000 hingga Rp23.000 per tabung.

Halaman
12
Penulis: ing
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved