LIPSUS TRIBUN JOGJA

Air PDAM Tak Bisa Cukupi Kebutuhan Hotel saat Peak Season

Sejumlah hotel di Kota Yogyakarta masih menggantungkan ketersediaan air tanah untuk mencukupi kebutuhan operasional.

Air PDAM Tak Bisa Cukupi Kebutuhan Hotel saat Peak Season
Net
Ilustrasi 

SEJUMLAH hotel di Kota Yogyakarta masih menggantungkan ketersediaan air tanah untuk mencukupi kebutuhan operasional.

Padahal, hotel-hotel ini tercatat sebagai pelanggan perusahaan air minum daerah (PDAM) Tirtamarta.

Adventa Pramushanti, Public Relations Manager Hotel Tentrem Yogyakarta, membenarkan pihaknya masih menggantungkan ketersediaan air tanah untuk mencukupi kebutuhan hotel yang terletak di Jalan AM Sangaji, Jetis ini.

"Memang kita itu pakai dua sumber. Satu dari PDAM satunya lagi dari air tanah. Istilahnya share-lah ada yang dari PDAM ada juga yang dari air tanah," katanya saat dihubungi, Kamis (11/1) petang.

"Kalau ditanya kira-kira banyak mana air tanah sama PDAM, itu banyakan air tanahnya. Karena untuk mencukupi kebutuhan hotel apalagi kalau sedang peak season," tambah Venta.

Baca: Ratusan Hotel di Jogja Pilih Sedot Air Tanah Ketimbang Pakai Air PDAM

Dia menguraikan, di hari-hari biasa saja kebutuhan air yang dipasok dari PDAM hanya bisa mencukupi 50 persen, itu belum termasuk saat hotel memasuki peak season.

"Jatah PDAM yang kita terima itu memang untuk kebutuhan sebulan, apalagi kalau okupansi hotel sedang tinggi itu hanya mampu mencukupi 40 sampai 45 persen saja. jadi, di bawah 50 persen. Makanya kita menggunakan air tanah juga untuk mencukupi kebutuhan air di hotel Tentrem," lanjut Venta.

"Sekali lagi itu tergantung dari tingkat hunian yang ada di hotel. Kalau hunian full terus, kita akan maksimalkan air tanah. Tapi kalau tidak terlalu penuh, maka penggunaannya akan berbeda," jelasnya.

PDAM cadangan

Setali tiga uang dengan Hotel Tentrem, The 101 Hotel pun masih mengandalkan pasokan air tanah dari sumur dalam untuk mencukupi kebutuhan air bersih, mengingat pasokan dari PDAM yang tidak melimpah.

Asisten of Director Sales The 101 Hotel, Luthfiana Irmasari mengungkapkan, pihaknya lebih banyak mengandalkan sumber air dalam dibanding pasokan air bersih dari PDAM.

"Tergantung tingkat okupansi. Tapi kebanyakan kita menggunakan air dari sumur dalam, air dari PDAM dipakai buat cadangan. Sebulan mungkin bisa 20 sampai 30 persen saja," katanya.

Langkah pengambilan air dalam ini diambil lantaran pasokan air dari PDAM yang dinilai kurang mencukupi kebutuhan hotel berkapasitas 150 kamar ini.

"Kalau low okupansi kita bergantung pada PDAM ya nggak masalah. Tapi kalau 100 persen okupansi, ya nggak akan mencukupi," jelas Luthfiana.

Baca: Pemkot Yogyakarta Bakal Beri Sanksi Hotel Bandel yang Tak Gunakan Air PDAM

Meski banyak mengambil debit air dari air dalam di sekeliling hotel, namun sampai saat ini pihak hotel belum pernah mendapatkan komplain adanya gangguan air dari warga sekitar hotel.

Pihak The 101 Hotel pun mendukung penuh akan Peraturan Wali Kota nomor 3 tahun 2014 tentang kewajiban hotel dan penginapan menggunakan air PDAM.

"Ya karena itu semua demi kebaikan environment, ya kita mendukung. Pak Wali (Wali Kota) mesti banyak melakukan approach kepada pemilik hotel," tuturnya. (*)

Penulis: sis
Editor: dik
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved