Suara NU Terbelah di Pilgub Jateng, Gus Yusuf: Pilih Calon yang Bawa Aspirasi Nahdliyin

Mereka diminta cerdas untuk memilih calon yang membawa aspirasi dan mampu meneruskan perjuangan NU di pemerintah.

Suara NU Terbelah di Pilgub Jateng, Gus Yusuf: Pilih Calon yang Bawa Aspirasi Nahdliyin
TRIBUNJOGJA.COM / Rendika Ferri K
Tokoh NU, Muhammad Yusuf Chudlori, yang juga Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jawa Tengah, saat memberi pengarahan pada Kader PKB, Minggu (14/1/2018), dalam acara Musyawarah Anak Cabang PKB se-Kota Magelang di Hotel Shafira, Kota Magelang. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri K

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Warga Nahdlatul Ulama (NU) diminta agar tidak terpecah belah meskipun terdapat dua calon Wakil Gubernur dari NU yang saling berlawanan pada kontestasi Pilkada 2018 di Jawa Tengah.

Mereka diminta cerdas untuk memilih calon yang membawa aspirasi dan mampu meneruskan perjuangan NU di pemerintah.

"Nahdliyin (Warga NU) kami rasa sudah cerdas. Mereka mampu memilih mana yang membawa aspirasi kaum Nahdliyin, mana yang tidak. Meskipun berseberangan, jangan sampai terpecah, tetap jaga silaturahmi," ujar Muhammad Yusuf Chudlori, tokoh NU, yang juga menjabat Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jawa Tengah, Minggu (14/1/2018), usai acara Musyawarah Anak Cabang PKB se-Kota Magelang di Hotel Shafira, Kota Magelang.

Baca: KPU Klaten Targetkan Partisipasi Pilgub hingga 77,4 Persen

Seperti diketahui terdapat dua calon Wakil Gubernur Jawa Tengah yang merupakan kader sekaligus tokoh dari NU, yakni Ida Fauziah yang menjadi pasangan calon Wakil Gubernur bersama Sudirman Said.

Mereka diusung oleh Parta Gerindra, Partai Amanat Nasional dan Partai Kebangkitan Bangsa.

Di sisi seberang, terdapat Taj Yasin Maimoen atau Gus Yasin, merupakan putra dari Kiai Maimoen Zubair, ulama sekaligus tokoh NU.

Gus Yasin menjadi pasangan calon Wakil Gubernur bersama Ganjar Pranowo, calon Gubernur petahana yang diusung PDI Perjuangan dan Partai Persatuan Pembangunan.

"Mbak Ida (Ida Fauziah) ini sudah teruji empat periode di DPR RI, beliau sudah paham masalah. Semua yang terpilih tidak menjadi masalah, toh juga wakil dari NU," ujarnya.

Baca: Jelang Pilgub 2018, Disdukcapil Kota Magelang Jemput Bola Rekam Data KTP-El

Kendati terdapat wakil NU yang berseberangan pihak, Pria yang akrab dipanggil Gus Yusuf ini pun meminta agar warga Nahdliyin tetap bersatu dan menjaga silaturahim.

Dia menginginkan warga NU dapat memilih wakil NU yang mampu mengartikulasikan perjuangan NU di pemerintah.

"Kita sikapi dengan kedewasaan, barangkali beda pandangan biasa, namun silaturahmi harus tetap diaga. Warga nadliyin juga harus memilih dengan cerdas, tidak hanya suaranya dipakai, namun memilih siapa calon yang bisa mengartikulasikan perjuangan NU di pemerintah.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: rfk
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved