Breaking News:

Hujan Intensitas Tinggi, Talud Kali Opak Ambles, Ancam Dua Rumah Warga

Amblesnya talud sungai Opak ini cukup lebar, tampak tergerus memanjang sekira 50 meter mengikuti aliran sungai

tribunjogja/ahmad syarifudin
Kepala pelaksana BPBD Kabupaten Bantul, Dwi Daryanto tengah mengunjungi lokasi Amblasnya talud sungai opak di Padukuhan Kedungmiri Wunut, Sriharjo, Imogiri, Minggu (14/01/2018) 

Laporan Reporter Tribunjogja.com, Ahmad Syarifudin

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Hujan dengan intensitas cukup tinggi yang mengguyur wilayah Imogiri mengakibatkan tanggul sungai Opak di Padukuhan Kedungmiri Wunut, Desa Sriharjo ambles.

Amblesnya talud sungai Opak ini cukup lebar, tampak tergerus memanjang sekira 50 meter mengikuti aliran sungai dengan kedalaman sekira lima meter.

Akibatnya, dua rumah yang berada persis dibibir sungai Opak terancam terbawa arus sungai.

Rumah yang terancam ikut terbawa arus itu masing-masing itu milik Wakimin (51) dan anaknya, Hediati.

Selain dua rumah yang terancam, longsoran talud juga memutus akses jalan kampung yang menghubungkan dua Kecamatan yakni Mangunan-Sriharjo.

Tanggul sungai Opak di Padukuhan Kedungmiri Wunut, Desa Sriharjo amblas.
Tanggul sungai Opak di Padukuhan Kedungmiri Wunut, Desa Sriharjo amblas. (tribunjogja/ahmad syarifudin)

Pemilik rumah, Wakimin mengatakan, longsornya talud sungai Opak yang berada persis di depan rumahnya itu berawal dari hujan lebat yang terjadi pada Kamis (11/01/2018) yang mengakibatkan debit air sungai Opak meluap.

"Kamis sore jam 18.00 sampai pagi itu banjir. Ketika mulai surut, taludnya mulai ikut terbawa. Tanahnya mulai longsor perlahan-lahan," ujar dia menceritakan, Minggu (14/01/2018)

Dikatakan Wakimin, talud yang longsor pada mulanya hanya sedikit. Namun longsoran itu mulai tambah merembet dan semakin lebar, terjadi pada Minggu (14/01/2018) pagi.

"Puncaknya itu tadi pagi, longsornya itu semakin banyak," terangnya.

Akibatnya, ia dibantu sejumlah warga dan relawan tanggap bencana BPBD Bantul langsung menutup akses jalan. Hal itu dilakukan lantaran sebagian bahu jalan kampung penghubung Mangunan-Sriharjo sudah amblas dan rawan tergerus arus.

"Karena sebagian sudah longsor dan tanahnya rentan amblas jadi kita tutup. Akses hanya bisa dilalui pejalan kaki sama motor tril,"ungkapnya.

Kepala pelaksana BPBD Kabupaten Bantul, Dwi Daryanto tengah mengunjungi lokasi Amblasnya talud sungai opak di Padukuhan Kedungmiri Wunut, Sriharjo, Imogiri, Minggu (14/01/2018)
Kepala pelaksana BPBD Kabupaten Bantul, Dwi Daryanto tengah mengunjungi lokasi Amblasnya talud sungai opak di Padukuhan Kedungmiri Wunut, Sriharjo, Imogiri, Minggu (14/01/2018) (tribunjogja/ahmad syarifudin)

Selain menutup akses jalan, warga dan relawan juga membongkar rumah Wakimin dan atap rumah Hediati. Hal ini untuk mengurangi beban tanah, supaya longsoran tidak merembet terlalu jauh.

"Rumah saya sudah dibongkar kemarin. Hari ini atap rumah anak saya dibongkar. Untuk mengurangi beban tanah," ungkapnya.

Saat ini tampak sejumlah warga dan relawan dari BPBD Kabupaten Bantul tengah berada di lokasi untuk melakukan upaya tanggap bencana dengan menutup akses jalan dan berjibaku membongkar atap dan usuk rumah anak Wakimin. (*)

Penulis: Ahmad Syarifudin
Editor: oda
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved