Breaking News:

Kepala Sekolah Ajukan Shelter Tambahan untuk SD Seropan

Sebelumnya, sempat ada wacana kembali memakai tiga ruang kelas di bangunan SD lama di lokasi relokasi.

Penulis: Susilo Wahid Nugroho | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM / Susilo Wahid
Warga sedang membangun kontruksi shelter untuk tempat belajar sementara siswa SD Seropan, Muntuk, Dlingo, Bantul, Sabtu (13/1/2018). 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Kepala SD Seropan, Muntuk, Dlingo, Bantul, Wagiran mengamini pihaknya masih kekurangan tempat untuk ruang kelas siswa.

Bangunan shelter dari bambu yang rencananya selesai dibuat pekan ini hanya dipakai untuk tiga ruang kelas saja.

Dihubungi pada Sabtu (13/1/2018), Wagiran menjelaskan bahwa tiga ruang kelas di bangunan shelter rencananya akan dipakai untuk siswa kelas I sampai III.

"Nanti untuk kelas VI numpang dulu di salah satu ruang kelas di bangunan TK, terpaksa kelas IV dan V masih di tenda," kata Wagiran.

Wagiran memahami bahwa bangunan tenda sebenarnya kurang layak untuk aktivitas belajar mengajar siswa dan guru.

Saat siang hari, udara di dalam tenda yang dibangun BPBD Bantul ini sangat panas.

Sementara jika hujan datang, air berpotensi masuk ke dalam ruang kelas di bawah tenda.

Baca: Shelter untuk Sekolah Darurat Mulai Dibangun di Seropan

Sebelumnya, sempat ada wacana kembali memakai tiga ruang kelas di bangunan SD lama di lokasi relokasi.

Namun setelah dicek oleh petugas BPBD, ruang kelas yang sudah lama tak dipakai untuk kurang memenuhi standar karena tembok telah retak dan langit-langit rawan runtuh.

Proses pengajuan shelter tambahan untuk kelas IV dan V kepada Dinas Pendidikan Bantul maupun BPBD jadi upaya realistis.

"Semoga bisa disetujui agar dibuat lagi shelter untuk kelas IV dan V sembari kami menunggu bantuan gedung sekolah yang baru," kata Wagiran. (TRIBUNJOGJA.COM)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved