Koalisi Pemerintah vs Oposisi Solid, Maka Hanya Akan Ada 2 Pasangan di Pilpres 2019

Kepastian ini didapat setelah Mahkamah Konstitusi menolak uji materi pasal 222 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang pemilihan umum.

Koalisi Pemerintah vs Oposisi Solid, Maka Hanya Akan Ada 2 Pasangan di Pilpres 2019
KOMPASIANA.COM
Joko Widodo dan Prabowo Subianto 

Peta koalisi bisa dilihat dari komposisi parpol pendukung pemerintah Vs oposisi.

Parpol pendukung pemerintah mendominasi, bisa dilihat dari kursi PDI-P, Golkar, Nasdem, PKB, PPP, Hanura dan PAN yang mencapai 68,9 persen.

Kendati demikian, gabungan parpol oposisi, yakni Partai Gerindra dan PKS sebesar 20,1 persen sudah cukup untuk mengusung pasangan calon presiden dan wakil presiden.

Namun, kekuatan oposisi masih bisa bertambah apabila Partai Demokrat yang selama ini memosisikan diri sebagai penyeimbang ikut bergabung.

Belum lagi jika PAN akhirnya memutuskan menyebrang dari partai pemerintah menjadi partai oposisi.

PAN saat ini secara de facto masih berada di koalisi pemerintah. Namun, sejumlah kebijakan yang diambil Fraksi PAN di DPR belakangan ini justru menunjukkan sikap yang berseberangan.

Bahkan, PAN sempat tak diundang dalam rapat dengan Jokowi di Istana.

Partai yang dipimpin Zulkfli Hasan juga belakangan terus menunjukkan kemesraan dengan Partai Gerindra dan PKS dalam koalisi di pilkada serentak 2018.

Jika koalisi pemerintah Vs oposisi saat ini solid, kemungkinan hanya akan muncul dua pasang calon seperti pada Pilpres 2014.

Namun, jika koalisi pecah, bisa muncul lebih banyak capres. 

Editor: ribut raharjo
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved