Sampah yang Dibawa Banjir menjadi Berkah untuk Warga Bantul Ini

Dari sampah yang ikut hanyut, ternyata bisa dimanfaatkan warga demi pundi-pundi rupiah.

Sampah yang Dibawa Banjir menjadi Berkah untuk Warga Bantul Ini
TRIBUNJOGJA.COM / Susilo Wahid
Warga memungut barang bekas yang terbawa banjir Bantul di kawasan Mangrove Baros, Tirtohargo, Kretek, Bantul, Senin (8/1/2018). Selain membawa sampah, banjir juga mengakibatkan abrasi kawasan mangrove dan membuat ribuan tanaman bakau hanyut. 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Dari sisi ekosistem kawasan mangrove, banjir Bantul menimbulkan kerugian masif.

Tapi di sisi lain, menjadi berkah tersendiri untuk beberapa orang.

Ini dari sampah yang ikut hanyut, ternyata bisa dimanfaatkan warga demi pundi-pundi rupiah.

Salah satunya Wahyu, warga Depok, Kretek, Bantul yang coba membidik rupiah dari sampah yang terbawa ke kawasan mangrove Baros pasca banjir kemarin.

Bersama sang istri, Wahyu yang memang berprofesi pengepul barang bekas mengumpulkan benda yang bisa dijual.

"Ambil apa saja yang penting bisa dijual, ada plastik bekas, botol sisa minuman, kemarin bisa sampai dapat satu kwintal sehari waktu setelah banjir, saya cari sama istri saya, syukurlah hasilnya bisa dijual dan bisa untuk tambahan pemasukkan keluarga saya," kata Wahyu, Senin (8/1/2018).

Baca: Ribuan Pohon Bakau di Bantul Hanyut

Hasilnya cukup fantastis, karena barang bekas kategori campuran per kilo laku dijual Rp 2500.

Meski jumlah barang bekas berangsur berkurang pasca banjir, namun Wahyu meyakini sampah di sekitar kawasan mangrove Baros akan kembali banyak ketika debit air di aliran sungai meninggi.

Sementara Semi, perempuan berusia lanjut asal Karang, Tirtohargo, Kretek, Bantul juga ikut memanfaatkan sampah yang terbawa ke kawasan mangrove Baros.

Halaman
12
Penulis: sus
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved