Ribuan Pohon Bakau di Bantul Hanyut

Ribuan tanaman bakau di kawasan mangrove atau sekitar muara Opak di Baros, Tirtohargo, Kretek, Bantul hanyut terbawa banjir.

Ribuan Pohon Bakau di Bantul Hanyut
TRIBUNJOGJA.COM / Susilo Wahid
Seorang anak bermain di kawasan Mangrove Baros, Tirtohargo, Kretek, Bantul, Senin (8/1/2018). Selain membawa sampah, banjir juga mengakibatkan abrasi kawasan mangrove dan membuat ribuan tanaman bakau hanyut. 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Banjir Bantul akhir November 2017 lalu ternyata tidak hanya memunculkan kerusakan infrastruktur berupa jalan, jembatan, maupun rumah.

Ribuan tanaman bakau di kawasan mangrove atau sekitar muara Opak di Baros, Tirtohargo, Kretek, Bantul hanyut terbawa banjir.

Tribunjogja ke lokasi melihat kondisi terkini kawasan ini, Senin (8/1/2018).

Benar saja, terjadi kerusakan parah di kawasan hutan bakau mulai di area bawah Jembatan Kretek, Bantul sampai sebelah timur Muara Sungai Opak sekitar Mangrove Baros sepanjang sekitar 3 km.

"Setidaknya 10 hektar tanah di kawasan pesisir mengalami abrasi terkikis oleh banjir akhir November lalu, tanaman bakau yang rusak dan hanyut juga cukup banyak, bisa sampai 4500 pohon bakau hanyut," kata Divisi Konservasi Kelompok Pemuda Pemudi Baros (KP2B), Dwi Ratmanto.

Hitungan 4500 batang pohon bakau yang hanyut menurut Dwi didominasi tanaman muda tinggi dibawah satu meter 4000an batang.

Baca: SMK Penerbangan Lanud Adisutjipto Tanam 1000 Pohon Bakau di Pantai Trisik Kulon Progo

Dominasi tanaman bakau muda, karena akar pohon belum kuat.

Sebagian besar, adalah pohon yang ditanam melalui program tanam bakau beberapa waktu lalu.

Dijelaskan Dwi, abrasi dan hilangnya ribuan pohon bakau ini menyebabkan area konservasi mangrove Baros menyempit.

Halaman
12
Penulis: sus
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved