Breaking News:

Film Kaun Hai Hum, Hum Yaahan Hai Merekam Kehidupan Keturunan Pakistan di Indonesia

Mereka berbicara dengan Bahasa Indonesia dan hiburannya sama dengan masyarakat lainnya seperti film, radio, televisi, bioskop dan internet.

Penulis: Santo Ari | Editor: Gaya Lufityanti
istimewa
Film Kaun Hai Hum, Hum Yaahan Hai yang berdurasi 27 menit 19 detik bercerita tentang imigran Pakistan di Indonesia. 

TRIBUNJOGJA.COM - Film Kaun Hai Hum, Hum Yaahan Hai yang berdurasi 27 menit 19 detik ini bercerita tentang imigran Pakistan di Indonesia.

Negara Pakistan sendiri berdiri tahun 1947 pada masa pemisahan India Britania.

Saat itu, umat Muslim yang tergabung dalam British Indian Army ditempatkan di Indonesia untuk melawan kekuatan Axis.

Setelah perang, mereka memiliki pilihan untuk kembali ke negaranya, Pakistan atau tetap tinggal di Indonesa.

Beberapa memilih untuk tinggal di Indonesia.

Hingga kemudian pada tahun 1950-an, dibentuklah Pakistan League di Solo.

Sebagai sutradara, Aim mewawancarai beberapa imigran Pakistan yang banyak menetap di Solo, Jawa Tengah.

Dari sana terungkap bagaimana kehidupan tiga generasi yang telah bercampur dengan masyarakat Indonesia, namun tetap mempertahankan hubungan dengan ibu pertiwi mereka.

Dalam kesehariannya, keturunan etnis Pakistan sudah seperti warga Indonesia pada umumnya.

Mereka berbicara dengan menggunakan bahasa Indonesia, makan makanan Indonesia, dan hiburannya sama dengan masyarakat lainnya seperti film, radio, televisi, bioskop dan internet.

"Sebenarnya sudah sama dengan masyarakat pribumi. Namun menjadi canggung saat saya mengakui masih memiliki keturunan etnis Pakistan tetapi hal apa saja yang masih dipertahankan hampir tidak ada selain fisik," ujarnya.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved