Sisi Lain Makam Banyusumurup

Pangeran Pekik Korban Isu Konspirasi Pembunuhan Raja

Kematian Pangeran Pekik pada 1659 merupakan puncak dari intrik yang terjadi di dalam istana.

Pangeran Pekik Korban Isu Konspirasi Pembunuhan Raja
Tribun Jogja/ Setya Krisna Sumargo
Pusara Pangeran Pekik di Makam Banyusumurup, Girirejo, Imogiri. Menyatu dalam satu area di sebelah kiri adalah pusara Pangeran Lamongan. 

Ke-32 nama itu adalah Pangeran Lamongan, RAy Tyutang, RAy Kleting Wulung, RAy Jambul, KGP Timur, Pangeran Demang, Ratu Lembah, Raden Kertonegoro, Singolesono, Martopuro, Kertonadi, Wongsokusumo, Jogorogo, Cokronagoro, Singorowo, Jonorutro, Tomo, Pawiro Tarung, Hongggojoyo.

Berikutnya, Raden Tondo, Raden Lamongan, Kertopuro, Karionegoro, Wirokusumo, Irowongso, Wongsocitro, Wirosari, Aryo Kusumo, dan Atmojo Kusumo.

Secara khusus Roro Oyi ditulis namanya dengan sebutan Kanjeng Ratu Mangkurat.

Baca: Awan Gelap dan Kilatan Petir Iringi Pemindahan Makam Raden Ronggo Prawirodirdjo III

Catatan De Graaf, kelak kematian Pangeran Pekik ini membuahkan dendam kesumat di benak Putra Mahkota (Pangeran Tejoningrat) yang menggantikan Sunan Amangkurat I (Tegalwangi) sebagai Sunan Amangkurat II.

Kebenciannya pada Pangeran Giri (Panembahan Giri) yang kemudian dianggap keramat, sampai pada tahap kesumat. Ia berusaha menghancurkan Giri, namun tidak pernah terlaksana menyusul keruntuhan perlahan Mataram era Amangkurat I. (*)

Penulis: xna
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved