Beberapa Bagian Air Terjun Niagara Membeku Akibat Badai Raksasa, Ini Penjelasannya

Badai ini membawa cuaca ekstrem yang dianggap seperti "monster" untuk beberapa negara bagian Amerika Serikat.

Beberapa Bagian Air Terjun Niagara Membeku Akibat Badai Raksasa, Ini Penjelasannya
ist
Beberapa bagian air terjun Niagara membeku 

Tak hanya memotret terjadinya badai raksasa tersebut, satelit GOES-16 juga telah memetakan kilat uang ditemukan dalam bom badai tersebut.

Badai raksasa ini sebenarnya telah menurunkan tekanan udara lebih cepat daripada kebanyakan badai yang biasa terjadi. Dalam 24 jam terakhir, badai raksasa ini menurunkan tekanan 54 milibar.

Padahal untuk disebut bom badai, sebuah badai "hanya" harus menurunkan tekanan 24 milibar dalam 24 jam. Dengan kata lain, badai raksasa kali ini telah menurunkan lebih dari dua kali kriteria standar.

Baca juga: Siklon Tropis Terjadi di Filipina, Ini Dampaknya Bagi Indonesia

"Kami menyebut bom badai jika menurunkan tekanan sebanyak 24 milibar dalam 24 jam, sebuah bomgenesis, awal dari sebuah badai," ungkap Jeff Weber dari University Corporation for Atmospheric Research dikutip dari NPR, Rabu (03/01/2018).

Semakin rendah tekanan udara, maka akan semakin kuat badai yang terjadi.

"Ini memiliki salah satu tingkat pendalaman tercepat yang pernah kami lihat," ungkap Bob Oravec, pemimpin prakiraan cuaca di National Weather Service dikutip dari The Verge, Kamis (04/01/2018).

Menurut Oravec, badai raksasa ini akan mencapai puncaknya hari ini. Meski begitu, setelah badai hilang, akan meninggalkan angin kencang dan suhu dingin di belakangnya. (*/kompas.com)

Editor: ton
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved