Sudah Berusia Ribuan Tahun, Inilah Sejarah dan Bagaimana Cara Kerja Kembang Api

Bagaimana cara kerja kembang api? Dan kapan kembang api pertama kali diciptakan? Inilah sejarah dan cara kerja kembang api

Sudah Berusia Ribuan Tahun, Inilah Sejarah dan Bagaimana Cara Kerja Kembang Api
Tribun Jogja/ Hasan Sakri Ghozali
Sejumlah kembang api dinyalakan di sekitar kawasan Cnadi Prambanan dalam rangka menyambut pergantian tahun yang diabadikan dari Sammbirejo, Prambanan, Sleman,DI Yogyakarta, Senin (1/1/2018). 

TRIBUNJOGJA.com - Pesta kembang seolah menjadi menu wajib pada detik-detik perayaan malam pergantian tahun. Semua mata memandang bagaimana kembang api dilesatkan ke angkasa, kemudian meledak menciptakan ledakan berwarna-warni dan berbagai bentuk. Tapi tahukah kamu bagaimana sejarah dan cara kerja kembang api?

Tahukah kamu bahwa kembang api berasal dari Cina sekitar 2.000 tahun yang lalu. Legenda yang paling lazim menyebutkan bahwa kembang api ditemukan atau ditemukan oleh seorang juru masak Cina yang bekerja di dapur lapangan yang kebetulan mencampur arang, belerang dan asam sendawa (semua biasanya ditemukan di dapur pada masa itu). Campuran dibakar dan saat dikompres dalam selungkup (tabung bambu), campuran tersebut meledak.

Beberapa sumber mengatakan bahwa penemuan kembang api terjadi sekitar 2.000 tahun yang lalu, sementara sumber lainnya menemukan kejadian itu pada abad ke 9 selama dinasti Song (960-1279), meskipun ini bisa menjadi kebingungan antara penemuan bubuk mesiu oleh si juru masak dan penemuan petasan.

Ada pula yang menyebut bahwa kembang api mungkin berasal dari India, namun dalam edisi online The Hindu, sebuah surat kabar nasional India tanggal 18 Oktober 2003, orang-orang China disebutkan sebagai penemu bubuk mesiu.

Seorang biksu Cina bernama Li Tian, ​​yang tinggal di dekat kota Liu Yang di Provinsi Hunan, disebut-sebut merupakan penemu petasan sekitar 1.000 tahun yang lalu. Orang-orang China merayakan penemuan petasan itu setiap tanggal 18 April. Selama Dinasti Song, orang-orang setempat mendirikan sebuah kuil untuk menyembah Li Tian.

Sampai hari ini wilayah Liu Yang di Provinsi Hunan tetap menjadi area produksi utama di dunia untuk kembang api. Penting untuk mengingat asal mula kembang api, karena seringkali pencela industri kembang api mengatakan bahwa kembang api diproduksi di China untuk memanfaatkan tenaga kerja murah. Tapi kenyataannya adalah bahwa industri kembang api ada di China jauh sebelum kemunculan era modern dan jauh sebelum disparitas tingkat upah di timur-barat.

Di era modern, industri kembang api Amerika benar-benar mulai mempengaruhi pabrikan China menyusul normalisasi hubungan Presiden Nixon dengan pemerintah Komunis China di awal tahun 1970an. Sebelum saat itu, bisnis dilakukan antara perusahaan A.S. dan China melalui pialang Hong Kong dengan sedikit atau tanpa kontak langsung dengan produsen daratan.

Sepanjang tahun 1970an dan 1980an, saluran distribusi di China pada dasarnya adalah pabrik milik pemerintah yang memproduksi kembang api yang kemudian diekspor melalui perusahaan ekspor provinsi milik pemerintah. Produk yang dibuat di Hunan melewati Hunan Export Corporation, dan produk yang diproduksi di Jiangxi melewati Jiangxi Export Corporation, dan seterusnya.

Selama periode ini, pabrik tidak diharuskan menghasilkan keuntungan, namun tujuan mereka adalah membuat orang-orang bekerja di wilayah China dimana tidak ada industri nyata selain pertanian. Pemerintah China mensubsidi pabrik-pabrik ini agar produksi tetap berjalan.

Corporation Ekspor Provinsi pada gilirannya dijual ke pialang Hong Kong yang merupakan penghubung antara China Daratan dan badan usaha asing. Pialang Hong Kong memperoleh pesanan, mengatur logistik, dan membantu membiayai pengiriman ke distributor A.S.

Cara kerja kembang api

Bagian terpenting kembang api terdiri atas, kontainer yang terbuat dari kertas digunakan untuk membungkus isi kembang api, stars atau bintang yang biasanya berbentuk bola, silinder atau kubus yang merupakan bagian inti dari kembang api yang meledak dan akan memberikan efek warna-warni. Adapula bursting charge yang merupakan bahan peledak untuk meledakan stars di udara. Serta fuse yang merupakan sumbu yang berfungsi sebagai timer kapan kembang api meledak.

Diagram Cara Kerja Kembang Api
Diagram Cara Kerja Kembang Api (The Verge)

Selain itu, kembang api juga membutuhkan pelontar atau shell yang biasanya dibuat dari pipa besi atau juga gulungan kertas. Di dalam pipa ini terdapat bubuk mesiu dan sejumlah 'stars'. Saat sumbu pelontar dinyalakan, bubuk mesiu akan meledak kemudian melontarkan bola kembang api ke udara.

Ledakan tabung pelontar ini juga otomatis akan membakar sumbu sehingga bisa meledak pada ketinggian tertentu.

Satu buah shell bisa berisi beberapa bola kembang api sekaligus, dengan pola ledakan dan warna yang berbeda-beda.

Untuk menciptakan warna tersebut, maka dibutuhkan sejumlah campuran bahan-bahan kimia. Meliputi ;

1. Putih: Burning Metal Magnesium, Alumunium, Titanium
2. Kuning: Sodium Salts, Sodium Bicarbonate, Sodium Nitrate, Sodium Chloride.
3. Hijau: Barium Salts, Barium Nitrate, Barium Carbonate, Barium Chloride, Barium Chlorate.
4. Jingga: Calsium Salts, Calcium Carbonate, Calsium Chloride, Calsium Sulfate.
5. Merah: Strontium Salts, Strontium Nitrate, Strontium Carbonate, Strontium Sulfate, Strontium Chloride.
6. Ungu: Campuran antara copper (tembaga) dan strontium.
7. Biru: Copper (tembaga) Salt, Copper Chloride, Copper Carbonate, Copper Oxides
8. Perak: Magnesium putih dan Alumunium.

Editor: mon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved