Bandara Kulonprogo
Selesaikan Persoalan Lahan Bandara NYIA, Hasto Janji Main Lembut
Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo menegaskan bahwa proyek pembangunan NYIA harus terus berjalan.
Penulis: Singgih Wahyu Nugraha | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM, KULONROGO - Tahap pembebasan lahan untuk pembangunan bandara baru New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Temon masih menyisakan problema penolakan dari warga terdampak.
Di awal 2018 yang juga digadang sebagai tahun konstruksi fisik proyek nasional itu, Pemerintah Kulonprogo berjanji untuk 'main lembut' dalam upaya percepatan pembangunannya.
Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo menegaskan bahwa proyek pembangunan NYIA harus terus berjalan.
Namun, ia memberi rambu-rambu agar prosesnya tetap berjalan tanpa konflik.
Ia meminta semua pihak agar menjaga suasana tetap kondusif dan menghindari kegaduhan maupun kericuhan.
Apalagi, tak dipungkirinya, masih ada sekitar 32 kepala keluarga (KK) yang perlu diselesaikan permasalahannya terkait pembebasan lahan karena masih menolak pindah mengosongkan lahan.
"Masih ada warga yang bersikap 'pokoke', kita akan persuasi lagi. Ya tentu main lembut dan tidak gaduh. Tapi, pembangunan harus tetap berjalan dan tanpa konflik. Banyak yang bisa dikerjakan tanpa harus konflik," jelas Hasto, Senin (1/1/2017).
Disinggung terkait kemungkinan dirinya mendatangi langsung kelompok warga penolak bandara, Hasto tak menjawab secara gamblang.
Ia sesumbar, komunikasi langsung maupun tidak langsung sebetulnya masih intens dilakukannya hanya saja tidak diketahui awak media.
Menurutnya, roadmap solusi atas permasalahan yang ada dalam proses pembebasan lahan sudah cukup jelas.
Di antaranya, terkait warga yang belum mendapatkan kejelasan status alih lahan dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) maupun Pengadilan Negeri (PN), pihaknya akan membantu mengejarnya agar cepat terseselesaikan.
Demikian juga untuk warga yang masih belum menemukan titik kecocokan masalah harga, surat menyurat, dan lainnya. Pemkab akan berupaya membantu warga hingga semua tuntas.
Selain itu, komunikasi dengan pihak terkait juga dilakukan, seperti pertemuan dengan Direktur Utama PT Angkasa Pura I yang baru maupun pihak PT Pembangunan Perumahan (PP) selaku kontraktor pembangunan NYIA.
Hasto mengaku telah menyampaikan komitmen agar tidak terjadi kericuhan lagi di tengah masyarakat atas permasalahan yang ada.
Pihaknya juga sudah berkomunikasi dengan Staf Kepresidenan yang datang agar ada dorongan dari Presiden kepada Kementerian ATR/BPN maupun Kementerian Keuangan agar kebijakannya bisa sinkron dengan pelaksanaan di tingkat bawah.
"Di awal tahun ini kita akan memulai pembangunan bandara dengan penuh ketenangan. Kita buat suasana lebih tenang, tidak gaduh," kata Hasto.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/kulonprogo_20171204_203153.jpg)