Libur Tahun Baru, Kalibiru dan Hutan Mangrove Kulonprogo Dibanjiri Wisatawan

Di Kalibiru, puncak kunjungan wisata terjadi pada 31 Desember 2017 hingga malam pergantian tahun.

Libur Tahun Baru, Kalibiru dan Hutan Mangrove Kulonprogo Dibanjiri Wisatawan
tribunjogja/hamimthohari
Pemandangan Kalibiru 

TRIBUNJOGJA.COM, KULONPROGO - Sejumlah destinasi wisata di Kulonprogo kebanjiran pengunjung saat musim libur pergantian tahun 2017-2018.

Selain Pantai Glagah di Temon yang masih jadi destinasi terpopuler, wisata alam Kalibiru (Kokap) dan hutan mangrove Jangkaran (Temon) juga ramai oleh wisatawan.

Di Kalibiru, puncak kunjungan wisata terjadi pada 31 Desember 2017 hingga malam pergantian tahun.

Saat itu, tercatat ada 3.370 wisatawan yang datang untuk merayakan momen detik-detik menuju Tahun Baru 2018.

"Kami tidak menggelar acara khusus, hanya ada pesta kembang api. Namun, jumlah pengunjung memang cukup padat," kata seorang pengelola wisata Kalibiru, SUmardjono, Senin (1/1/2018) petang.

Adapun pada Senin 1 Januari, kunjungan sedikit menurun hanya 3.100 wisatawan.

Ia menyebut, selama musim libur akhir tahun ini tidak terjadi kemacetan ataupun penumpukan kendaraan pengunjung di jalan menuju objek wisata.

Pengelola bersama personel kepolisian langsung turun mengatur lalulintas kendaraan pengujung sehingga arus kunjungan relatif lancar meskipun padat.

Demikian pula pengelola juga berupaya mengatur lalulintas pengunjung di dalam area wisata.

Terutama agar ruang gerak pengunjung serta kepadatan di spot-spot berfoto tidak terlalu menumpuk.

"Wisatawan paling banyak berasal dari wilayah Jabodetabek dan sekitar 28 persen turis mancanegara. Secara umum semuanya cenderung stabil dan tidak crowded," kata Sumardjono.

Sementara itu, di hutan wisata mangrove Temon, tercatat ada sekitar 7.000 wisatawan yang berkunjung pada 1 Januari 2017.

Mereka terbagi di empat titik wisata yang dikelola kelompok berbeda dan tergabung dalam sekretariat bersama (sekber) wisata mangrove.

Yakni, kelompok Maju Lestari, Wana Tirta, Api-api, dan Pasir Kadilangu.

"Ada sedikit penurunan dibanding musim serupa di tahun lalu. Mungkin masyarakat takut kena macet untuk datang ke sini seperti tahun lalu. Padahal, beberapa hari ini tidak pernah macet karena sudah diatur sedemikian rupa," kata seorang pengelola wisata mangrove, Septian Wiyanto.(*)

Penulis: ing
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved