Kasus Anirat di DIY Tahun ini Turun Karena Gencarnya Tindakan Represif

Penurunan tersebut terjadi karena pihak Kepolisian DIY lebih memberlakukan tindakan represif daripada preventif guna menekan tindak kriminal anirat.

Kasus Anirat di DIY Tahun ini Turun Karena Gencarnya Tindakan Represif
tribunjogja/tantowi alwi
Jajaran petugas Kepolisian Daerah DIY berhasil mengamankan dua pelaku Klitih, Kamis (21/12/2017). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Pradito Rida Pertana

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kasus aniaya berat (anirat) atau yang lebih dikenal dengan aksi klithih di DIY mengalami penurunan 45 kasus atau sekitar 44,12% dibanding tahun lalu.

Penurunan tersebut terjadi karena pihak Kepolisian DIY lebih memberlakukan tindakan represif daripada preventif guna menekan tindak kriminal anirat.

Direktur Direktorat Reserse dan Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda DIY, Kombes Pol Hadi Utomo mengatakan bahwa sebagian besar jumlah kasus kriminal yang ditangani di wilayah DIY mengalami penurunan.

Diakuinya bahwa memasuki tahun 2018 pihaknya juga akan segera menyelesaikan kasus yang belum diselesaikan di tahun ini.

"Tidak ada perhatian khusus, seluruh perkara yang jadi tunggakan akan kami selesaikan karena semua perkara adalah hutang kami kepada masyarakat, jadi harus kami tuntaskan," katanya usai pertemuan di Gesung Serbaguna Polda DIY, Jumat (29/12/2017).

Lanjutnya, menurunnya angka tindak anirat di DIY dikarenakan pihaknya gencar melakukan patroli dan menerapkan tindakan represif ketika mengetahui adanya tindakan anirat.

Ia berharap bahwa ke depannya DIY dapat bebas dari tindak kriminal yang cukup meresahkan masyarakat tersebut.

"Anirat bagi kami langsung ditindak, kami ini Direktorat Reserse Kriminal, kami tidak ada fungsi pencegahan untuk anirat. Kalau ada langsung kami tindak dengan tegas," tegasnya.

Sementara itu, terkait kasus anirat atau klithih yang beberapa waktu lalu yang terjadi di wilayah hukum Polresta Yogyakarta, Kapolresta Yogyakarta, Kombes Pol Tommy Wibisono, SIK mengatakan pihaknya tak segan-segan untuk menindak tegas pelaku yang melakukan tindakan anirat.

Sebagai bukti keseriusan pihaknya, Kapolresta mencontohkan kejadian di Jetis beberapa waktu lalu, dimana para pelaku yang notabennya masih di bawah umur tetap diproses secara hukum.

"Kita selalu antisipasi anirat, kalau ada langsung ditangani, kemarin tidak perlu waktu lama kami langsung tangkap pelaku anirat di Jetis. Jadi jangan coba-coba berbuat anirat di Kota Yogya," ulasnya.

"Salah 1 pelaku anirat kemarin ada yang pernah kami tangkap juga dengan kasus yang sama dan diversi. Karena kemarin lakukan lagi, akan kita lanjut sampai ke persidangan walau dibawah umur. Ini bentuk keseriusan kami memerangi anirat," pungkasnya.

Penulis: rid
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved