Berharap Ada Perubahan, Pratama Gilang Prioritaskan PSIM

Pada gelaran Liga 2 2017 ini, Gilang tak mencetak satupun gol meski tampil reguler sebanyak 16 kali.

Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho | Editor: oda
tribunjogja/hanif suryo nugroho
Pratama Gilang Ramadhan 

TRIBUNJOGJA.COM - Selama dua musim membela PSIM Yogyakarta, momen yang tak bisa dilupakan seorang Pratama Gilang Ramadhan adalah saat ia berhasil mencetak dua gol yang bersarang ke gawang PSCS Cilacap pada gelaran ISC B tahun lalu.

Gilang yang berposisi sebagai gelandang bertahan ini berhasil mendaratkan dua gol melalui tendangan bebas yang melengkung indah sekaligus mengantarkan PSIM menang 3-1 kala itu.

Namun sayang, pada gelaran Liga 2 2017 ini, Gilang tak mencetak satupun gol meski tampil reguler sebanyak 16 kali.

"Kalau itu (penendang bebas-red), sudah ditentukan sebelumnya oleh pelatih," ujar Gilang.

Menurut Gilang, ia merasakan persaingan lini tengah PSIM musim lalu lebih ketat dibandingkan saat ISC B yang banyak mengandalkan potensi pemain lokal, sehingga musim ini ia tak jarang memulai pertandingan dari bangku cadangan.

"Mungkin musim ini saingannya lebih ketat dibandingkan musim lalu, soalnya banyak pemain yang berposisi gelandang, ada saya, Andi, Dimas, Arga, Yoga Pratama, Ardhiyanto, dan Fachri Muslim," ungkap Gilang.

Meski posisinya musim lalu harus rela bergantian dipasang sebagai starter oleh pelatih Erwan Hendarwanto, namun Gilang mengaku tak mempermasalahkan hal tersebut.

Menurutnya, ia justru senang dapat menimba ilmu dari pemain yang lebih senior darinya.

Sementara itu, disinggung mengenai masa depannya, pemain kelahiran 1995 ini mengaku tetap memprioritaskan PSIM meski tidak memungkiri akan mempertimbangkan terlebih dulu apabila ada tawaran dari tim lain yang menurutnya lebih menarik.

Bahkan Gilang mengungkapkan, dua gol tendangan bebasnya ke gawang PSCS pada ISC B 2016 lalu, sempat membuat manajemen PSCS tertarik untuk memboyongnya ke Cilacap bersama Sunni Hizbullah saat itu.

Namun tawaran tersebut ia tolak karena ia terlanjur nyaman dan tak ingin hengkang selama tenaganya masih dibutuhkan Laskar Mataram sembari menyelesaikan studinya di Universitas Negeri Yogyakarta.

Gilang tak menampik, permasalahan finansial yang berimbas pada telatnya pembayaran gaji dan juga tak diberikannya bonus lolos play off sangat berpengaruh terhadap penampilan PSIM musim lalu.

"Pasti berpengaruh (telat gaji-red), tidak memungkiri. Tapi sudah terlanjur betah di PSIM," ujar Gilang.

"Tiap tahun hampir semua pemain PSIM ditawari untuk bergabung ke tim lain, kalau semua pemain mau menerima tawaran, mungkin tiap musim pemain PSIM habis," tambah Gilang.

Gilang berharap musim depan PSIM dapat lebih baik lagi dari segi finansial sehingga para pemain yang sudah mengerahkan seluruh tenaga serta pikiran di lapangan, tak lagi terbebani oleh permasalahan gaji dan bonus seperti musim ini.

"Semoga lebih baik lagi timnya, dari sisi finansial semoga tidak telat-telat lagi gajinya, semoga lebih transparan," pungkas pemain bernomor punggung 4 ini. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved