Jijik Tapi Unik! Tisu dari Kotoran Panda ini Harganya Bikin Mewek

Serat-serat tisu terbuat dari kotoran panda yang sudah diproses sedemikian rupa dan sisa daun bambu

Tayang:
Penulis: Fatimah Artayu Fitrazana | Editor: Muhammad Fatoni
nst.com
Tisu wajah dari kotoran panda dipasarkan dengan nama Panda Poo. 

TRIBUNJOGJA.COM - Bagaimana anda membayangkan kotoran binatang dijadikan tisu untuk mengelap wajah, gelas, piring, sendok, tangan, dll?

Sebuah perusahaan asal Tiongkok, Sichuan Jianwei Fengsheng Paper bekerjasama dengan Pusat Konservasi dan Penelitian Giant Panda Tiongkok membuat produk tisu wajah yang diberi nama Panda Poo.

Tribunjogja.com melansir dari laman South China Morning Post, serat-serat tisu terbuat dari kotoran panda yang sudah diproses sedemikian rupa dan sisa daun bambu yang dikumpulkan dari tiga pusat penangkaran di Provinsi Sichuan, Tiongkok.

Setiap kotaknya, tisu dari kotoran panda ini dijual seharga 43 yuan atau setara dengan Rp88.870 atau sekitar 8-10 kali harga tisu biasa.

Lalu bagaimana dengan tingkat kebersihan tisu ini?

Perusahaan mengklaim tingkat kebersihan tisu ini sangat tinggi, maka dari itu harganya pun mahal.

Mereka menggunakan mesin pabrik yang canggih dan termasuk sterilisasi dengan suhu tinggi.

Manajer perusahaan tisu ini, Zhou Chuanping mengatakan, "Kami akan memastikan (tisu ini) memenuhi standar keamanan dan kebersihan nasional (Tiongkok), Amerika Serikat dan Eropa."

Menurut seorang peneliti dari pusat penangkaran, satu Giant Panda dewasa dapat menghasilkan 10 kg kotoran per hari, sedangkan di pusat penangkaran ini ada 300 panda.

Kotoran panda yang kaya serat juga digunakan untuk pupuk di perkebunan Sichuan, di mana teh panda yang bibitnya termasuk daftar teh termahal di dunia dibudidayakan.

Sampai saat ini, tisu kotoran panda ini baru dijual di Tiongkok saja.

Tertarik membeli Tribuners?

(Tribun Jogja/ Fatimah Artayu Fitrazana)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved