Home
Membangun Rumah Tinggal Rasa Sanggraloka
Desain rumah Rumah Tinggal Rasa Sanggraloka. Memadukan konsep rumah Jawa dengan konsep semi kolonial. pemilihan pintu utama rumah berbentuk gebyok
Penulis: Bramasto Adhy | Editor: Iwan Al Khasni
Impian mempunyai rumah tinggal layaknya sanggraloka (resor) diwujudkan Irsyam Sigit Wibowo (49) bersama istri, Arni Risviyanti di sebidang tanah yang terletak di Jalan Ngeksigondo, Yogyakarta.
Di tanah seluas 1600meter persegi (M2), ia memanfaatkan sekitar 300 m2 untuk tempat tinggal bersama istri dan kedua anaknya. "Rumah ini dibangun sejak tahun 2005," ujarnya.
Memasuki tempat tinggal Irsyam, kita akan disuguhkan hamparan kolam ikan yang menyapa mata untuk pertama kali. Gemercik air kolam yang terdengar menambah suasana alami dari rumah ini.
Berbagai jenis tanaman yang sengaja Irsyam tanam maupun yang tumbuh alami menguatkan kesan natural dari area tempat tinggal ini dengan warna hijau yang meneduhkan mata.
Menuju ke bagian teras depan dari rumah, Irsyam memasang meja kursi yang biasa ia gunakan untuk bertemu dengan tamunya. Meja kursi ini ia desain sendiri dengan memanfaatkan kayu jati lawas sebagai bahannya.
"Saya lebih suka mendesain sendiri untuk meja kursi ini karena lebih sesuai dengan selera dan kenyamanan," kata ayah dari Syaroh Ardana Reswari dan Ramadhan Abibowo.
Irsyam mencoba memadukan konsep rumah Jawa dengan konsep semi kolonial dibagian depan rumahnya. Hal ini tercermin dari pemilihan pintu utama rumah yang berbentuk gebyok lawasan Madura lengkap dengan ukirannya yang didampingi dua jendela di kanan kirinya berbentuk kolonial. Sentuhan ini memberi keunikan tersendiri pada rumah Irsyam.
Untuk menguatkan kesan alami, Irsyam memilih pecahan marmer sebagai lantainya.
Meskipun pemasangannya menimbulkan tantangan sendiri serta harganya yang diatas rata-rata, namun pemilihan batu alam ini memberi kepuasan tersendiri. Hal ini juga semakin menguatkan unsur sanggraloka yang ingin Irsyam wujudkan di rumah tinggalnya.
Memasuki rumah bagian dalam kita akan disambut lukisan Didit Slenthem, cucu maestro lukis Indonesia Affandi yang dipajang di dinding bercat merah tua. Di bagian rumah ini Irsyam bersama istri dan kedua anaknya sering menghabiskan waktu bersama.
Sekedar menonton acara televisi atau sarapan bersama di pagi hari.
Di sisi lain dari bagian ruangan ini, tanpa sekat terdapat dapur dan bar table. Di bagian lain dinding ruangan ini, Irsyam juga menghiasi dengan foto-foto keluarga dan foto kegiatannya sebagai penggiat otomotif Yogyakarta.
Area rumah Iryam juga mempunyai gazebo yang menghadap ke kolam. Gazebo ini sering dimanfaaatkan anak Irsyam untk main drum serta bermain bersama teman-teman sebayanya. (PHOTO: TRIBUNjogja.com | Bramasto Adhy)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/membangun-rumah-tinggal-rasa-sanggraloka_1_20171224_233950.jpg)