Dinkes DIY Ingin Masyarakat Terapkan Hidup Bersih untuk Tekan DBD

Selain menguras bak mandi, masyarakat dihimbau membersihkan tempat-tempat yang dapat menyebabkan genangan air dan terkesan lembab.

Dinkes DIY Ingin Masyarakat Terapkan Hidup Bersih untuk Tekan DBD
net
Nyamuk Aedes Aegypti

Laporan Reporter Tribun Jogja, Pradito Rida Pertana

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Dinas Kesehatan (Dinkes) DIY mengajak masyarakat agar lebih mengutamakan kebersihan lingkungan dan dirinya masing-masing untuk mengurangi kasus DBD.

Selain itu, Dinkes juga tengah menggalakkan sosialisasi mengenai gampangnya untuk memberantas DBD dengan cara yang murah.

Dinas Kesehatan DIY, Pembajun Setyaningastutie mengatakan selain menggalakkan 3M ke masyarakat, pihaknya juga kerap melakukan pemantauan di wilayah yang lingkungannya berpotensi sebagai tempat berkembangbiaknya nyamuk aedes aigepty.

"Selain 3M kami lakukan pemantauan lingkungan di wilayah-wilayah dan sering memberi penyuluhan mengenai menanggulangi dan mencegah nyamuk aedes aigepty berkembang dan menyebabkan DBD," katanya.

Lanjutnya, memasuki musim penghujan seperti saat ini, ia mengharapkan masyarakat menerapkan pola hidup sehat, baik pada dirinya sendiri dan lingkungannya.

Selain menguras bak mandi, ia juga menghimbau agar masyarakat membersihkan tempat-tempat yang dapat menyebabkan genangan air dan terkesan lembab.

"Kemudian masyarakat diharap agar menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dalam kesehariannya, itu yang penting. Karena jika lingkungan bersih, jentik nyamuk tidak bisa bisa leluasa berkembangbiak. Juga bersihkan genangan air dan sela-sela di selokan, pokokknya yang lembab-lembab, karena nyamuk suka di situ," ujarnya.

Ia menambahkan, pihaknya kini menggalakkan penyuluhan melalui semua Dinkes di Kabupaten/Kota.

Dengan penyuluhan itu, masyarakat diharap segwra sadar bahwa hidup sehat itu bisa dilakukan dengan cara yang mudah dan murah.

"Penyuluhan sering dilakukan, seperti di lewat Dinkes Kabupaten dan kota, juga sosialisasi DBD lewat Puskesmas dan Posyandu. Semua itu dilakukan agar masyarakat sadar akan pentingnya kebersihan untuk kesehatan. Saya yakin masyarakat itu pintar-pintar, hanya saja kurang dimotivasi saja, makanya kami sering lakukan sosialisasi," pungkasnya. (*)

Penulis: rid
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved