Curah Hujan Tinggi Sebabkan Banjir dan Longsor di Banjarnegara

Kepala Desa Kalibening Khodim mengatakan, sedikitnya 50 an hektar lahan pertanian warga di enam desa terendam banjir luapan.

Editor: Ari Nugroho
Tribun Jateng / Khoirul Muzakki
Selasa (19/12/2017), petugas dan relawan telah membersihkan material longsor yang menimbun jalan Kalibening-Batur agar lalu lintas kembali lancar. 

TRIBUNJATENG.COM, BANJARNEGARA - Wilayah dataran tinggi Kalibening Banjarnegara kembali dilanda banjir.

Hujan lebat disertai angin kencang pada Senin sore (18/12/2017) menyebabkan sungai Brukah meluap.

Air sungai meluap hingga menggnangi lahan pertanian warga.

Hamparan sawah yang menghijau berubah layaknya danau karena tergenang air hingga menutup tanaman.

Banjir di Banjarnegara
Banjir di Banjarnegara (Tribun Jateng / Khoirul Muzakki)

Kepala Desa Kalibening Khodim mengatakan, sedikitnya 50 an hektar lahan pertanian warga di enam desa terendam banjir luapan.

Lahan itu milik ratusan petani yang ditanami padi dan palawija.

Desa-desa terdampak itu meliputi Desa Gununglangit, Bedana, Sikumpul, Sirukun, Karanganyar dan Kalibening.

"Banjir tidak mengenai pemukiman, hanya merendam lahan pertanian warga,"katanya, Selasa (19/12/2017).

Akibat banjir yang merendam lahan pertanian tersebut, para petani dipastikan menanggung rugi.

Tanaman padi berusia satu bulan terancam mati karena terendam banjir.

Banjir di Banjarnegara
Banjir di Banjarnegara (Tribun Jateng / Khoirul Muzakki)

Para petani di enam desa ini pun terbayang gagal panen.

Tanaman palawija semisal jagung dan ketela pohon juga terancam busuk jika terendam banjir hingga berhari-hari.

Bencana ini melumpuhkan sendi perekonomian warga.

Baca: Menjelang Natal dan Tahun Baru, Menteri Perhubungan Meminta PT KAI Mewaspadai Longsor dan Banjir

Pasalnya, sebagian besar warga di pedesaan bermata pencahariaan petani yang mengandalkan dari hasil panen untuk menunjang ekonomi keluarga.

Masalahnya, banjir luapan di blok Sindu Kalibening ini tak mudah surut.

Luapan bisa bertahan hingga berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan sampai lahan kembali kering.

Setiap datang musim hujan, kata Khodim, daerahnya sudah mejadi langganan banjir luapan.

"Setiap ada hujan lebat dan lama pasti daerah sini banjir. Setiap tahun banjir," katanya

Namun banjir pada dua tahun terakhir ini tidak lagi separah dulu sebelum sungai Brukah dinormalisasi.

Sejak pemerintah melakukan normalisasi sungai Brukah pada 2015 lalu, banjir luapan di beberapa desa di Kecamatan Kalibening lebih cepat surut.

Meskipun begitu, normalisasi itu belum membuat desa-desa ini bebas dari banjir.

Karena itu, lata Khodim, warga mengharapkan pemerintah kembali meneruskan program normalisasi sungai Brukah di blok Sindu.

Sungai itu mengalami penyempitan dan pendangkalan sehingga mudah meluap saat turun hujan.

"Sebelun normalisasi, luapan di sini bisa tiga bulan belum surut. Setelah dinormalisasi, paling sekarang seminggu banjir sudah surut, paling lama sebulan. Kami harap ada normalisasi lagi agar daerah ini bebas banjir,"katanya

Hujan lebat pada Senin sore bukan hanya menyebabkan banjir di Kalibening. Di tempat lain, curah hujan tinggi menyebabkan tebing longsor di desa Wanayasa Kecamatan Wanayasa, Senin malam (18/12/2017).

Tebing setinggi sekitar 12 meter di sisi jalan provinsi ruas Kalibening-Batur itu longsor hingga menimbun badan jalan utama menuju Dieng tersebut. Akses jalan sempat terhambat.

Hari ini, Selasa (19/12/2017), petugas dan relawan telah membersihkan material longsor yang menimbun jalan agar lalu lintas kembali lancar.

Namun, sisa lumpur yang masih menempel di badan jalan membuat jalan licin untuk dilalui.

Kepala BPBD Banjarnegara Arif Rachman mengimbau warga terutama pengendara agar berhati-hati melintasi tanjakan Sikelir itu karena medan jalan berupa turunan tajam dan rawan longsor.

"Jalan sudah berfungsi normal. Hanya tingkatkan kewaspadaan karena turunan tajam,"katanya.(Tribun Jateng / Khoirul Muzakki)

Sumber: Tribun Jateng
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved