Forum Kebaya Kopi & Buku Ingin Menghidupkan Kembali Ruang Diskusi Yang Sesungguhnya

Komunikasi yang dilakukan di jejaring sosial dianggap dapat memberikan tafsir yang berbeda.

Tayang:
Penulis: Rizki Halim | Editor: oda
tribunjogja/rizki halim
Forum Diskusi Kebaya Kopi & Buku 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rizki Halim

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Perkembangan media sosial yang pesat, membuat interaksi secara langsung antar individu semakin berkurang dengan penggunaan gawai yang dianggap lebih memudahkan.

Karena hal tersebut, Forum Diskusi Kebaya Kopi & Buku menginisasi acara sebagai ajang diskusi yang lebih hidup.

"Forum ini bermaksud untuk mengembalikan ruang diskusi di alam nyata," ujar Inisiator Perempuan Berkebaya, Margharetha Tinuk, Sabtu (16/12/2017).

Komunikasi yang dilakukan di jejaring sosial dianggap dapat memberikan tafsir yang berbeda, sebab tidak adanya interaksi secara langsung, melainkan hanya melalui bahasa tulisan.

"Dengan diskusi itu ya sebaiknya kita bertemu muka, karena itulah forum ini diadakan," lanjut wanita yang mengaku selalu mengenakan kebaya ke kantor setiap harinya ini.

Selain hanya melakukan obrolan ringan, penyelenggaraan forum ini diharapkan dapat memberikan manfaat pada setiap diskusinya.

Penamaan forum ini juga tidak terlepas dari makna yang ingin disampaikan, kopi dianggap memiliki kedekatan dengan orang yang mengobrol.

Sementara kebaya adalah busana sehari-hari yang melambangkan wanita, sementara buku sebagai simbol intelektual.

Diskusi ini juga digunakan sebagai sarana mengkampanyekan kebaya kepada para peserta khususnya. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved