Breaking News:

Dokumentasikan Isu Sosial, Takuro Kotaka Bawa UFO

Dengan kreativitas dirinya, Kotaka pun mengolah dokumenter tersebut dengan cara yang unik, komedik, dan menyenangkan.

Penulis: Amalia Nurul F | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Amalia Nurul
Takuro Kotaka Sutradara 'The Village's Bid for UFO' 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Cara unik dilakukan oleh Takuro Kotaka, sutradara asal Tokyo, Jepang  dalam untuk mengangkat isu sosial melalui film dokumenter.

The Village's Bid for UFO film dokumenter karya Kotaka memiliki makna tersembunyi atas sebuah isu pembangunan pembangkit energi nuklir di Suzu, Prefektur Ishikawa.

Kepada Tribunjogja.com, Kotaka pun menjelaskan, ide dirinya mengambil unidentified flying object (UFO) sebagai metafora.

"Di Suzu, isu nuklir itu tabu untuk dibicarakan," kata Kotaka saat ditemui usai pemutaran film dalam rangkaian Festival Film Dokumenter (FFD) 2017 beberapa waktu lalu di gedung Societet Taman Budaya Yogyakarta.

Suzu merupakan sebuah desa yang asri dengan lahan pertanian yang luas yang menjadi sasaran pemerintah Jepang untuk dijadikan sebagai lokasi pengembangan energi nuklir.

Kotaka mengambil UFO untuk menggantikan istilah nuklir untuk menyampaikan berbagai pandangan warga Suzu tentang nuklir.

"Saya memilih UFO karena menurut saya sama saja antata UFO dan nuklir. Kita tidak pernah tahu banyak tentang UFO begitu pula nuklir dan tenaga besar dari nuklir itu," jelas Kotaka.

Dengan kreativitas dirinya, Kotaka pun mengolah dokumenter tersebut dengan cara yang unik, komedik, dan menyenangkan.

Kotaka mengaku, saat dirinya melakukan pemutaran film tersebut di Jepang, orang-orang memercayai cerita tentang UFO tersebut.

"They believe me!" seru Kotaka sambil tertawa.

"Dokumenter ini seperti fiksi di Jepang. Tapi di sini saya bisa ceritakan bahwa ini tentang nuklir," ujarnya.

Ke depan, Kotako akan terus membuat dokumenter yang mengangkat kritik tentang isu-isu sosial dan politik di Jepang.

"Saya memang sudah banyak membuat dokumenter untuk memngkritik isu-isu politik dan sosial," kata dia. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved