Dinkes DIY Belum Terima Laporan Suspect Difteri Diisolasi

Dinas Kesehatan DIY belum mengkonfirmasi adanya suspect difteri yang menjalani rawat inap di RSUP Dr. Sardjito.

Dinkes DIY Belum Terima Laporan Suspect Difteri Diisolasi
TRIBUNJOGJA.COM / Dwi Nourma Handito
Kepala Dinas Kesehatan DIY, Pembajun Setyaningastutie. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Dinas Kesehatan DIY belum mengkonfirmasi adanya suspect difteri yang menjalani rawat inap di RSUP Dr. Sardjito.

Dinkes mencatat baru ada dua suspect difteri asal Bantul dan warga Jawa Tengah yang bersekolah di Prambanan, Sleman namun keduanya dinyatakan negatif dan tidak menjalani rawat inap.

Kepala Dinas Kesehatan DIY Pembajun Setyaningastutie menyebut, tidak ada suspect difteri yang masih dirawat dan belum ada konfirmasi dari pihak RSUP Dr. Sardjito.

Dua suspect yang tercatat di pihak Dinkes dipastikan bukan difteri.

"Secara fisik sebetulnya bukan difteri. Gejalanya mirip-mirip tapi bisa jadi iya bisa jadi bukan," ujar Pembajun ketika dihubungi Tribunjogja.com pada Selasa (12/12/2017).

Ia menjelaskan, hasil laboratorium dari suspect warga Jawa Tengah yang berada di Sleman tersebut hasilnya negatif bukan difteri.

Sedang, suspect yang asal Bantul masih menunggu pengembangbiakkan kultur dalam proses pemeriksaan laboratorium.

Baca: RSUP Sardjito Isolasi Satu Suspect Difteri Warga Bantul

"Dalam dua atau tiga hari kedepan kita tunggu hasilnya," sebutnya.

Dinkes menyatakan, angka vaksinasi DIY jauh diatas 95 persen, baik itu imunisasi MR maupun melalui Bulan Imunisasi Anak Sekolah (Bias).

Pembajun menyebut, mereka yang terjangkit berada di area daerah-daerah dimana masyarakat atau komunitasnya belum sepaham.

"Kita tidak menyebut mereka menolak (vaksin) namun belum sepaham. Ini merupakan kewajiban bersama, tidak hanya pemerintah namun seluruh lapisan masyarakat membantu meningkatkan kesadaran akan imunisasi," paparnya.

Ia berharap setelah kasus ini masyarakat menjadi lebih terbuka akan pentingnya imunisasi.

Terkait vaksinasi ulang, seperti di beberapa daerah, Dinkes belum menerima perintah atau imbauan dari Kementerian Kesehatan untuk dilakukan vaksin atau imunisasi ulang.

"Kemenkes baru memberikan kebijakan vasinasi ulang atau vaksinasi masal di daerah yang ada positif kasus difteri seperti DKI Jakarta, Jabar, dan Banten," jelasnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: gil
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved