Banjir dan Longsor DIY

Besok, Status Tanggap Daruat DIY Bakal Dievaluasi

Status tanggap darurat ditetapkan oleh Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X mulai 1 Desember hingga 14 Desember 2017.

Besok, Status Tanggap Daruat DIY Bakal Dievaluasi
TRIBUNJOGJA.COM / Dwi Nourma Handito
Plt Kepala BPBD DIY, Krido Suprayitno 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemerintah Daerah (Pemda) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) akan mengevaluasi status tanggap darurat bencana yang akan berakhir pada 14 Desember 2017.

Evaluasi ini untuk menentukan status tanggap darurat bencana apakah berhenti atau diperpanjang.

"Kondisi saat ini kenyataan masih terjadi curah hujan yang tinggi. Besok pagi (Rabu, 13 Desember) kita akan mengadakan monev (monitoring dan evaluasi), melihat situasi setelah tanggap darurat tanggal 14," kata Plt Kepala Pelaksana BPBD DIY, Krido Suprayitno, Selasa (12/12/2017).

"Dari situlah menjadi bahan kajian untuk kita ajukan kepada bapak Gubernur, apakah ada kebijakan lain atau kebijakan yang sama diperpanjang," lanjutnya.

Seperti diketahui status tanggap darurat ditetapkan oleh Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X mulai 1 Desember hingga 14 Desember 2017, setelah sebelumnya status siaga darurat bencana yang ditetapkan.

Dijelaskan Krido, Monev tersebut akan melibatkan BMKG, BPBD dan juga dari Dinas PU.

Keterlibatan Dinas PU ini karena ada percepatan penyelesaian penanganan infrastruktur yang terdampak becana.

Sementara itu kejadian bencana akibat cuaca ekstrem dampak siklon tropis Cempaka menjadikan pelajaran bagi DIY dalam menghadapi puncak musim hujan yang diprediksi akan terjadi Januari hingga Februari tahun depan.

Pencegahan dilakukan agar kejadian akhir November lalu tidak terulang, terutama pada pada titik yang terdampak kejadian kemarin.

"Jadi terhadap 1116 titik yang terdampak kemarin menjadi prioritas kita terhadap pencegahan terhadap kemungkinan pada Januari Februari puncak musim hujan tinggi," kata Krido.

"Pengalaman 2017 membekali kita untuk pencegahan 2018," lanjutnya yang mengatakan kewaspadaan adalah terkait kemungkinan terjadinya angin kencang.(*)

Penulis: dnh
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved