Sejarah Panjang Bendera Palestina Berkibar di Markas PBB dan Arti Empat Warnanya
Palestina telah meluncurkan dua roket akibat keputusan itu, yang dibalas dengan hujan rudal Israel di wilayah Jalur Gaza.
Penulis: say | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM - Keputusan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel, telah menimbulkan kemarahan dari banyak pihak.
Palestina telah meluncurkan dua roket akibat keputusan itu, yang dibalas dengan hujan rudal Israel di wilayah Jalur Gaza.
Dua orang dilaporkan tewas dan 15 orang lainnya luka-luka.
Gelombang protes tak hanya terjadi di Palestina, tetapi umat muslim dari sejumlah negara, termasuk Indonesia, melakukan aksi menentang Trump.
Mereka menolak upaya pemindahan ibu kota Israel dari Tel Aviv menuju Yerusalem.
Massa di Jakarta berkumpul di depan kantor Kedutaan Besar AS, dengan membentangkan bendera Palestina.
Begitu pula peserta aksi di Yogyakarta pada Jumat (8/12/2017), yang juga membawa bendera Palestina.
Bagi sebuah negara, bendera memiliki arti yang sangat penting.
Tak hanya sebagai identitas, tetapi itu juga merupakan perlambang dari sebuah kedaulatan.
Adapun Palestina telah melakukan perjuangan panjang, sehingga benderanya diakui oleh negara-negara International.
Selama bertahun-tahun, bendera negara tersebut tak berkibar di PBB yang menjadi wadah bersatunya negara-negara merdeka.
Bendera Palestina pertama kali berkibar di Markas PBB, pada Rabu (30/9/2015).
Seperti TribunJogja.com kutip dari Kompas.com, pengibaran itu dilakukan tak lama setelah Presiden Palestina Mahmoud Abbas, berpidato dalam Majelis Umum PBB.
Ia menyerukan solusi bagi Palestina dan Israel.
Seremoni pengibaran bendera Palestina di Rose Garden, dipimpin oleh Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki Moon.
Dengan berkibarnya bendera Palestina, PBB secara resmi mengakui negara tersebut sebagai negara pemantau non-anggota, yang benderanya berkibar di Markas PBB.
Namun, upaya tersebut ditolak secara keras oleh Israel dan AS sejak awal.
Mereka menganggap pengibaran bendera itu tak ada kaitannya dengan kedamaian.
Saat proses pemungutan suara dilakukan dalam Sidang Majelis Umum PBB, Israel dan AS menjadi dua dari delapan negara, yang menolak pengibaran bendera Palestina di Markas PBB.
Namun, 119 negara lain menyetujuinya.
Adapun bendera negara Palestina memiliki empat warna dengan segitiga di sampingnya, yakni merah, hitam, putih dan hijau.
Warna merah melambangkan bendera pemimpin Islam di Andalusia, yang menandakan kemenangan Muslim Arab di Afrika Utara dan Spanyol.
Warna hitam merupakan perlambang bendera Rasulullah saat kebangkitan Islam dan menaklukkan kota Mekkah.
Bendera putih bertuliskan kalimat Tauhid, sedangkan hitam dipakai sebagai ikat kepala komandan perang.
Kemudian warna putih merupakan simbol bendera Dinasti Umayyah, yang memimpin Damaskus selama 90 tahun.
Putih juga merupakan simbol perang Badar.
Warna hijau merupakan perlambang Dinasti Fatimiyyah di Afrika Utara, yang sangat setia terhadap Ali bin Abi Thalib.
Bendera ini digunakan pertama kalinya oleh Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) pada tahun 1964.
Di awal 1990-an, Israel mencabut larangan pengibaran bendera ini di Palestina. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/bendera-palestina_1012_20171210_084931.jpg)