Film 'Ruah' Sabet Penghargaan di Singapura

Film pendek ‘Ruah’ dari Yogya berhasil mendapatkan penghargaan Special Mention Silver Screen Award.

Penulis: Amalia Nurul F | Editor: Gaya Lufityanti
istimewa
Sutradara Makbul Mubarak (tengah) menerima Penghargaan Special Mention SGIFF 2017. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Film pendek ‘Ruah’ (judul internasional : ‘The Malediction’) dari Yogya berhasil mendapatkan penghargaan Special Mention Silver Screen Award di ajang bergengsi Singapore International Film Festival (SGIFF) 2017.

Pada festival film terbesar Asia Tenggara ini, ‘Ruah’ berhasil mengungguli sejumlah film Asia lainnya dalam kompetisi kategori film pendek.

“Kami berupaya agar sinema bisa menyampaikan kelumit kecil dari kompleksitas manusia Indonesia lewat cara-cara yang sederhana. Kami senang karena upaya-upaya itu ternyata bisa diapresiasi oleh penonton dan juri yang berasal dari berbagai negara,” tutur Makbul Mubarak, sutradara ‘Ruah’.

Ini adalah penghargaan kedua bagi film ‘Ruah’, setelah bulan November lalu, film ini memboyong Piala Citra untuk kategori Film Pendek Terbaik di Festival Film Indonesia 2017.

‘Ruah’ merupakan film yang diproduksi oleh Limaenam Films dan Dinas Kebudayaan DIY melalui Kegiatan Pendanaan Produksi Film Pendek tahun 2016.

Film pendek ‘Ruah’ bercerita tentang Haji Halim, tokoh masyarakat dan juragan kambing kaya raya, yang hendak menikah lagi.

Istrinya tidak menyutujui rencana tersebut dan mengutuk Haji Halim.

Kejadian-kejadian aneh kemudian mulai muncul menimpa Haji Halim setelah itu.

Dalam catatan dewan juri festival, film ‘Ruah’ disebut mampu menyuarakan persoalan-persoalan gender dalam konteks politik dan religiusitas di Indonesia secara unik, dan sangat relevan dengan situasi kekinian.

Juri untuk kategori Silver Screen Awards Film Pendek Singapore International Film Festival 2017 diketuai oleh Kenji Ishizaka, Direktur Programming seksi Asian Future di Tokyo International Film Festival.

Di perhelatan SGIFF tahun lalu, film pendek dari Yogya lainnya, ‘On the Origin of Fear’ juga menyabet penghargaan yang sama.

Film ini disutradarai oleh Bayu Prihatoro Filemon, yang sekaligus menjadi produser film pendek ‘Ruah’.

Saat itu, perolehan penghargaan tertinggi, baik untuk film pendek maupun panjang, didominasi oleh film-film Indonesia.

“Saya pikir memang sinema Indonesia harus berani untuk menampilkan gagasan-gagasan dan isu-isu yang lebih beragam. Kemenangan ‘Ruah’ bukan hanya kemenangan Indonesia, namun juga kemenangan gagasan-gagasan sederhana dan lokal, yang disampaikan dengan cara yang lebih bermartabat, yang seringkali luput dalam representasi sinema nasional.”

Singapore International Film Festival telah diselenggarakan untuk ke-28 kalinya.

Festival ini menjadi bagian dari rangkaian acara Singapore Media Festival (SMF) 2017 dan berlangsung selama 11 hari, dari 23 November-3 Desember 2017. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved