Terhambat di Voli Indoor, Atlet Imut Ini Cari Peluang di Voli Pantai
Menyadari jalan terjal dan persaingan ketat, Feo pun memiliki menekuni voli pantai.
Penulis: ang | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM - Ssebagai atlet bola voli, sudah barang tentu tinggi badan menjadi andalan.
Terutama pada posisi tertentu seperti open spiker, quicker, hingga all round.
Sementara pemain dengan tubuh mungil biasanya berakhir dengan posisi libero atau defender.
Namun seorang libero biasanya memiliki tubuh yang gempal dan berisi sebagai modal kekuatan pertahanan sebagai benteng hidup.
Sayangnya Feonika Azhari Damayanti atlet voli pantai asal Kabupaten Bantul memiliki tubuh yang relatif mungil membuatnya sulit mendapatkan posisi spesialisnya.
Sejak berlatih voli di Kelas VI SD, Feo, demikian ia biasa disapa, terlahir sebagai open spiker.
Dengan tinggi 160 cm dan berat badan 51 kg, membuatnya sulit bertahan di posisi spesialisnya itu.
Kesempatannya untuk berkembang di cabang olahraga voli indoor pun sulit baginya.
Menyadari jalan terjal dan persaingan ketat, ia pun memiliki menekuni voli pantai.
“Apalagi umur saya semakin bertambah. Voli indoor sangat dibatasi usia, tapi di voli pantai masih banyak kesempatan seperti bermain di ajang open atau macam-macam turnamen lainnya,” ujarnya.
POPDA DIY 2011 merupakan titik balik bagi Feo untuk beralih dari voli indoor ke voli pantai.
Saat itu ia yang masih duduk di kelas IX SMP dipilih sebagai wakil Kabupaten Bantul untuk cabang voli pantai setelah mengikuti seleksi atlet pelajar.
Feo mengaku saat itu ia belum pernah berlatih voli pantai secara intensif meski tinggal di Parangtritis.
Meski begitu, ia justru berhasil meraih medali emas di cabang voli pantai.
“Saat itu benar-benar tidak nyangka bisa dapat medali emas, padahal itu baru pertama kali bermain untuk cabang voli pantai,” katanya.
Dari even itu, ia menyadari jika voli pantai memang passion-nya.
Saat itu pula ia memfokuskan diri untuk memperdalam voli pantai hingga saat ini.
Meski masih bermain voli indoor untuk tingkat mahasiswa, namun Feo tetap memilih voli pantai untuk mengukir prestasi.
“Di voli pantai saya merasa jadi diri sendiri. Tidak harus menentukan posisi apa yang berhubungan dengan kondisi fisik. Yang paling penting menguasai teknik dan bisa bekerja sama dengan partner bermain,” ungkapnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/feonika-azhari-damayanti_20171208_191054.jpg)