Cuaca Buruk Bikin Harga Teri di Pasar Wates Melambung

Ikan teri di Pasar Wates mengalami kenaikan harga cukup signifikan beberapa waktu terakhir.

Penulis: Singgih Wahyu Nugraha | Editor: Ari Nugroho
jualterimedan
Ikan Teri 

TRIBUNJOGJA.COM, KULONPROGO - Ikan teri di Pasar Wates mengalami kenaikan harga cukup signifikan beberapa waktu terakhir.

Hal itu diduga menjadi dampak cuaca buruk yang melanda beberapa waktu lalu.

Pada pantauan yang digelar Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) DIY di Pasar Wates, Jumat (8/12/2017) memang ditemukan adanya kenaikan harga pada beberapa jenis komoditas.

Terutama komoditas ikan dan sayuran. Ikan teri yang sebelumnya seharga Rp50.000 per kilogram kini naik jadi Rp70.000, ikan nila merah dari Rp38.000 naik menjadi kisaran Rp30.000-33.000 per kilogram.

"Seedri juga naik cukup signifikan. Kemungkinan pasokannya berkurang karena cuaca buruk kemarin sehingga harga komoditas ini naik,"kata Kepala Bagian Analisa Kebijakan Produktivitas, Biro Administrasi dan Perekonomian DIY, Deden Rohanawati di sela pantauan.

Menurutnya, cuaca buruk beberapa waktu lalu membuat nelayan tak bisa melaut dan hasil panenan sayur oleh petani tidak optimal.

Baca: Air Laut Naik Sampai Pesisir, Nelayan di Pantai Baron Gunungkidul Gotong Kapal

Sayuran di Pasar Wates menurutnya didatangkan dari Muntilan, Magelang, Jawa Tengah sedangkan ikan didatangkan dari Semarang.

Meski ada kecenderungan kenaikan harga di tengah pasokan yang belum optimal, Deden menyebut ketersediaan bahan pokok di DIY relatif aman menjelang momen perayaan Natal dan Tahun Baru.

Harga kebutuhan pokok seperti telur, ayam dan daging sapi saat ini terpantau relatif stabil.

Hanya beras yang mengalami sedikit kenaikan, sekitar Rp200-500 per kilogram.

"Natal dan Tahun Baru tidak begitu berdampak pada pasar dan angka konsumsi masyarakat. Beda dengan Idul Fitri. Jadi, kondisinya di DIY relatif aman,"kata Deden.

Analis Kantor Perwakilan Bank Indonesia wilayah Yogyakarta, Aries Purnomo Hadi mengatakan, pihaknya memprediksi angka inflasi DIY pada akhir tahun ini sekitar 3 persen.

Ini masih tergolong wajar dan dalam kondisi baik.(TRIBUNJOGJA.COM)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved