Mengaku Punya Warisan di Singapura, Pasutri Asal Gunungkidul Gelapkan Uang Rp500 juta

Keduanya divonis bersalah setelah kedapatan melakukan tindak penipuan terhadap Hilaria Elperia Manik dengan nilai kerugian mencapai Rp500 juta.

Mengaku Punya Warisan di Singapura, Pasutri Asal Gunungkidul Gelapkan Uang Rp500 juta
TRIBUNJOGJA.COM / Arfiansyah Panji
Sepasang suami istri Wiwid Rahadiansyah Sanyata (53) dan R Ay Erlina Purwaningtyas (48) tertunduk lesu manakala Hakim Ketua Bambang Sunanto memvonis keduanya kurungan penjara 2,8 tahun. Keduanya divonis bersalah setelah kedapatan melakukan tindak penipuan terhadap Hilaria Elperia Manik, dalam sidang di Pengadilan Negeri Sleman, Kamis (7/12/2017). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Arfiansyah Panji Purnandaru

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Sepasang suami istri Wiwid Rahadiansyah Sanyata (53) dan R Ay Erlina Purwaningtyas (48) tertunduk lesu manakala Hakim Ketua Bambang Sunanto memvonis keduanya kurungan penjara 2,8 tahun.

Keduanya divonis bersalah setelah kedapatan melakukan tindak penipuan terhadap Hilaria Elperia Manik, dalam sidang di Pengadilan Negeri Sleman, Kamis (7/12/2017).

Warga yang beralamat di Pancarejo, Semanu, Gunungkidul tersebut telah menipu dan menggelapkan uang senilai Rp500 juta milik Hilaria warga Maguwoharjo, Depok, Sleman.

Pasangan suami istri itu pun terjerat pasal 378 KUHP jo Pasal 55 ayat (1) dan pasal 372 KUHP jo Pasal 55 ayat (1).

Sebelumnya, pasangan tersebut juga sempat mendekam di bui karena kasus yang sama.

Hilaria, selaku korban menjelaskan modus penipuan pelaku.

Kisahnya, pelaku mengaku memiliki harta warisan di Singapura dan di Bank Dunia.

Harta tersebut diakunya sebagai warisan dari orangtuanya, karena orangtua pelaku menanam saham di bank dunia.

Kedua pelaku juga mengaku sebagai pengusaha di Bali, memiliki resort, usaha kosmetik, serta tiga rumah.

Kejadian bermula pada 5 Agustus 2016 silam, pelaku mendatangi korban untuk meminjam uang senilai Rp10 juta.

Setelah sekali meminjam, pelaku kembali meminjam uang korban hingga mencapai total Rp500 juta.

"Awalnya saya tidak kasih. Didatangin terus akhirnya sore berubah pikiran, saya pinjami uang. Berlanjut-lanjut minjem terus. Alasanya punya harta warisan di Singapura dan Bank Dunia, orangtuanya nanam saham," ujar perempuan asal Sumatera Utara yang sudah 40 tahun di Yogya ini. (*)

Penulis: app
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved