The Lost World Castle Tetap Akan Buka

Pengelola tidak mempermasalahkan jika obyek wisata tersebut kelak ditutup, asalkan pemerintah memberikan solusi dengan memberikan pekerjaan.

Penulis: app | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.com / Arfiansyah Panji
Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR) RI bersama Pemerintah Kabupaten Sleman melakukan pemasangan plang papan peringatan dan ancaman di The Lost World Castle di Kepuharjo Cangkringan, Sleman, Selasa (5/12/2017). 

TRIBUNJOGJA.COM - Mengetahui pemasangan plang papan peringatan dan ancaman di The Lost World Castle, Pengelola The Lost World Castle tetap bergeming.

Ahmad Saukani, Ketua Pengelola The Lost World Castle menjelaskan pihaknya akan tetap membuka tempat wisata tersebut seperti biasa.

Menurutnya, papan peringatan tersebut tidak menyebutkan bahwa pengunjung dilarang datang.

"Tetap buka, nanti kalau nggak buka siapa yang nggaji karyawan dan pendapatan orang kampung juga," ujarnya.

"Ya biasa saja saya menanggapi (pemasangan plang) karena daerahnya memasuki rawan bencana. Kita jalankan seperti biasa tidak ada langkah (ke depan) seperti apa karena surat-surat sudah (diterima)," terangnya.

Ahmad menjelaskan, ia tidak mempermasalahkan jika obyek wisata tersebut kelak ditutup, asalkan pemerintah memberikan solusi dengan memberikan pekerjaan.

"Ya ndak papa mau ditutup yang penting dikasih solusi dikasih pekerjaan kita-kita," terangnya.

"Semua tahu (KRB), huntap itu juga larangan. KRB ini ring tiga, batasannya Merapi Golf. Huntap ring 2. Yang penting waspada kita tahu di daerah bencana, kita bisa memanfaatkan," katanya.

Lanjutnya, The Lost World Castle mempekerjakan sekitar 70 karyawan, sementara di Stonehenge ada 45 karyawan.

Rata-rata karyawan tersebut mendapat penghasilan Rp 120 ribu per harinya. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved