Breaking News:

Pascabencana Pasokan Air Bersih di Gunungkidul Terkendala

banjir yang terjadi di Gunungkidul merusak panel listrik yang digunakan untuk mengangkat sumber air sungai bawah tanah, dan sumber mata air sungai.

Tribun Jogja
Gunungkidul 

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Dampak banjir yang terjadi di Gunungkidul selain merusak rumah warga, juga merusak infrastruktur milik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Handayani sehingga mengakibatkan sekitar 7000 kepala keluarga kesulitan mendapatkan air bersih.

Direktur PDAM Tirta Handayani, Isnawan Fibriyanto mengatakan, banjir yang terjadi di Gunungkidul merusak infrastruktur diantaranya, panel listrik yang digunakan untuk mengangkat sumber air sungai bawah tanah, dan sumber mata air sungai.

"Diantaranya di sumber air PDAM yang berada di Desa Bunder, Kecamatan Patuk, sumber air Goa Bribin I dan II, sumber air di Seropan, dan sumber air Pantai Baron. Kerusakan umumnya terjadi pada konsletik panel listrik, kerusakan pompa akibat tergenang air dan putusnya saluran pipa PDAM," jelasnya.

Isnawan mengatakan, akibat kerusakan instalasi PDAM di Desa Bunder, Patuk mempengaruhi pasokan air di Desa Playen, Gading, Banaran, Ngleri, dan sebagian desa Ngalang Kecamatan Gedangsari.

"Untuk instalasi PDAM pada sumber air Bribin I dan II terjadi kerusakan pada sistem suplai daya atau travo milik PLN yang terendam air," ucapnya.

Baca: Bencana Tak Ganggu Target Wisata Gunungkidul

Pada sumber air Bribin I dan II, dari tiga pompa yang dipasang, hanya satu diantaranya yang bisa difungsikan. Kerusakan di Bribin I dan II ini berpengaruh pada macetnya pasokan air bersih di empat kecamatan.

Semanu, Rongkop, Girisubo, dan Tepus.

Sementara pada sumber mata air Pantai Baron dan Seropan, pompa seluruhnya belum bisa digunakan.

Pada sumber mata air Seropan dari enam pompa yang ada baru dua bisa berfungsi.

"Sedangkan untuk mata air Baron, dari dua pompa, hanya satu yang bisa difungsikan," tutur Isnawan.

Saat ini pihaknya terus berusaha memperbaiki kerusakan mesin pengangkat air agar distribusi kembali lancar.

Terhambatnya perbaikan dikarenakan pembelian suku cadang yang harus menunggu vendor dari Jakarta.

PDAM sendiri tidak bisa memprediksi sampai kapan kebutuhan 7000 kepala keluarga dapat terpenuhi, namun pihaknya berjanji akan memaksimalkan pelayanan dan mengoptimalkan perbaikan hingga pasokan air kembali normal. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: trs
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved