Tokoh Adat Se-Indonesia Bakal Berkumpul di UGM

Beberapa hari sebelum sarasehan, UGM juga akan menggelar acara lain yakni Kongres Maritim II pada 9-10 Desember 2017.

Penulis: dnh | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Dwi Nourma Handito
Ketua Panitia, Prof Edhi Martono 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemuka adat dan tokoh-tokoh adat dari seluruh Indonesia akan berkumpul di UGM dalam acara Sarasehan Kebangsaan yang akan dilakukan pada 16 Desember 2017 mendatang.

Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X diminta menyampaikan welcome speech di acara ini.

Ketua Panitia, Prof Edhi Martono mengatakan acara tersebut yang menyelenggarakan adalah Dewan Guru Besar atau DGB.

Tema yang diusung adalah masyarakat adat dan gerakan kebudayaan di Indonesia untuk menggali memori nilai-nilai kebangsaan.

Diharapkan dengan acara ini dapat mengingatkan kembali mengenai nilai kebangsaan yang muncul dari berbagai adat berbeda kemudian menjadi satu kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Harapan kita, ini akan memperkokoh keberadaan NKRI itu dari apa yang sudah kita kumpulkan bahwa sebetulnya sudah kita miliki sejak dulu. Konfirmasi semacam itu yang kita cari, nanti tidak hanya dari segi konseptual tapi dari segi praktis," kata Edhi usai bertemu Gubernur DIY di komplek Kepatihan Selasa (4/12/2017).

"Kita mencoba melihat sebetulnya kita punya banyak kekayaan yang selama ini kita aku sebagai kekayaan Indonesia bukan masing-masing wilayah," lanjutnya.

Nantinya sarasehan ini akan dilakukan dalam enam sesi dengan membahas mengenai beberapa hal mulai obat tradisional, tanah adat hingga pengakuan hak dan hukum adat.

Acara yang akan digelar di Balai Senat, Gedung Pusat UGM ini diperkirakan akan diikuti oleh 250 peserta selain tokoh adat, turut diundang guru besar, mahasiswa hingga dari instansi terkait, termasuk direncanakan akan hadir Menteri Puan Maharani yang akan menjadi key note speaker.

"Ini merupakan rangkaian dari dulu yang pernah kita lakukan memperkuat nilai NKRI dari tokoh agama, kira kira bulan Oktober yang lalu. Ini kedua, tokoh adat," katanya.

Lantas bagaimana hasil dari sarasehan ini akan ditindaklanjuti?

Menurut Edhi hasil sarasehan ini akan digunakan sebagai rekomendasi melalui Kagama maupun UGM untuk disampaikan kepada Kementerian terkait.

Sementara itu beberapa hari sebelum sarasehan, UGM juga akan menggelar acara lain yakni Kongres Maritim II pada 9-10 Desember 2017.

Rektor UGM, Prof Panut Mulyono mengatakan pertemuan dengan Sri Sultan Hamengku Buwono X adalah untuk menyampaikan rencana dua acara UGM tersebut.

"Kami minta ngarso dalem (Sultan) untuk menjadi keynote speaker pada Kongres Maritim II dan welcome speech pada Sarasehan Kebangsaan,* katanya.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved