Tosser Ayu JWS Minahasa Ini Antar Timnya Raih Gelar Juara

Peran Riska sebagai set-upper atau yang lebih dikenal sebagai tosser merupakan sebuah posisi yang vital pada permainan bola voli.

Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho | Editor: oda
tribunjogja/hanif suryo nugroho
Tosser Ayu JWS Minahasa, Riska Ayu Erina Putri 

TRIBUNJOGJA.COM- Meski baru bergabung bersama JWS Minahasa H-1 jelang Kejurnas Antar Klub U-17, tak membuat Riska Ayu Erina Putri kesulitan untuk beradaptasi dengan pola permainan tim asal Sulawesi Utara ini.

Kehadiran tosser ayu asal kelahiran Sri Katon, ini menjadi solusi konkret kala JWS Minahasa berpikir untuk mundur sebelum berangat ke Yogyakarta karena tidak adanya pemain U-17 yang berposisi sebagai seorang tosser.

Peran Riska sebagai set-upper atau yang lebih dikenal sebagai tosser merupakan sebuah posisi yang vital pada permainan bola voli.

Selain bertugas sebagai orang yang mengatur serangan dari tim, tosser juga yang berhak menentukan dan memberi komando adalah tiap kali membangun serangan. 

Diakui Riska, untuk menjadi seorang set-upper atau tosser yang baik, dia mesti punya kualitas umpan, dan kecerdasan dalam memberikan berbagai variasi umpan.

Terbukti, peran dara cantik ini sebagai tosser mampu membuat serangan JWS Minahasa lebih hidup dan hingga berhasil mengunci gelar juara pada ajang Kejurnas Antar Klub U-17 di GOR Amongraga, Sabtu (2/12/2017).

Tosser Ayu JWS Minahasa, Riska Ayu Erina Putri saat bersama timnya.
Tosser Ayu JWS Minahasa, Riska Ayu Erina Putri saat bersama timnya. (tribunjogja/hanif suryo nugroho)

Didatangkan dari tim voli putri Bank Sumsel Babel, Riska langsung diplot sebagai pemain inti dan terbukti mampu membawa JWS Minahasa menjadi juara setelah mengandaskan perlawanan Kharisma Jabar 3-0.

"Awalnya itu waktu ikut Porprov di Palembang, lalu dapat tawaran dari JWS Minahasa melalui seorang pelatih," ujar dara kelahiran 8 Mei 2001 ini.

Meski mengaku tak mengenal siapa saja pemain yang memperkuat JWS Minahasa, Riska langsung mengiyakan tawaran tersebut demi merasakan kompetisi yang lebih kompetitif di Jawa.

Demi cepat mengenal anggota tim lainnya, Riska mengaku mencoba untuk sering ngobrol dan bercanda agar kedekatan cepat terjalin.

Meski begitu, ia akui butuh waktu panjang agar kedekatan bisa terjalin dan saling mengenal pola permainan satu sama lain. 

"Nggak nyangka banget baru bergabung, diajak kejurnas dan langsung jadi juara," ujar Riska.

Prestasi di ajang Kejurnas kali ini menjadi pelengkap kiprahnya di bidang olahraga voli setelah pernah menjadi runner-up Popda Palembang, dan juara voli putri antar SMA se-Sumatera Selatan memperkuat SMA 13 Palembang.

Dari hobi yang dikenalkan ayahnya ini, Riska berharap suatu saat ia dapat bermain dan memperkuat tim di ajang Proliga. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved