Sementara Objek Wisata Minat Khusus Ditutup
Seandainya satu diantara destinasi wisata sudah bersih dari lumpur dan sampah-sampah yang terbawa banjir
Penulis: trs | Editor: oda
TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Bupati Gunungkidul Badingan mengatakan telah menginstruksikan kepada Pokdarwis dan juga Badan Usaha Milik Desa (BUMdes) yang mengelola pariwisata untuk libur selama tiga hari, Kamis (30/11/2017).
"Setelah itu saya intruksikan untuk membersihkan tempat wisata, seperti Goa Jombang pada saat ini sudah dibersihkan, tapi kalau dilihat dari Kali Suci yang masih membludak (air), nanti diperkirakan tanggap darurat kita sampai tanggal 4 Desember," jelasnya.
Seandainya satu diantara destinasi wisata sudah bersih dari lumpur dan sampah-sampah yang terbawa banjir, Badingah mengatakan destinasi wisata tersebut boleh mulai beroperasi,
"Monggo silahkan dibuka, tapi kita melihat kondisi cuaca juga, dan dibersihkan dahulu sehingga wisatawan yang datang ke Gunungkidul ini merasa nyaman," tutur Badingah.
Senada dengan Bandingah, Sekretaris Dinas Pariwisata Kabupaten Gunungkidul, Harry Sukmono mengatakan untuk sejumlah objek wisata seperti Gua Pindul, Gua Jomblang, Air Terjun Sri Gethuk, Kali Suci, dan Gua Ngingrong untuk sementara ditutup.
“Kami akan melakukan recoveri dulu karena situasinya masih belum memungkinkan untuk dibuka,” kata dia, Kamis (30/11).
Pembukaan objek wisata tersebut juga masih belum ditentukan waktunya.
Pasalnya sejumlah objek wisata yang ditutup tersebut diakuinya memang bergantung pada situasi alam.
Sehingga jika kondisi alam tidak memungkinkan dan terjadi cuaca buruk, maka objek tersebut tidak dapat dikunjungi. Hal itu demi menjamin keselamatan wisatawan.
Kondisi di masing-masing lokasi wisata tersebut dinilai masih tidak memungkinkan bagi para wisatawan.
Namun demikian untuk sejumlah objek wisata pantai kata dia masih dapat dikunjungi karena tidak terlau banyak terdampak bencana.
“Hanya saja memang akses untuk menuju pantai sebagian masih harus diwaspadai.
Seperti untuk ke Pantai Wediombo, Kecamatan Girisubo aksenya masih tertutup material longsor,” kata dia.
Mbah Ireng (58), Pemandu wisata Goa Pindul dari Dewa Bejo mengatakan kondisi Goa Pindul saat ini sudah normal, dan di dalam goa pun sudah bisa dilewati.
"Tutupnya Goa Pindul ini dari Dinas Pariwisata dan juga karena untuk menghormati teman-teman lainnya yang sedang terkena musibah," jelasnya.
Pada Selasa (28/11/2017), ia menceritakan, air sempat naik sampai warung yang berada lima meter di atas normal.
Karena tingginya air yang naik sehingga mengakibatkan batu tanggul yang dibuat secara manual oleh warga bergeser jatuh. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/goa-pindul_20171128_151507.jpg)