Angger Rio Bertekad Wujudkan Harapan Almarhum Ayahnya

Setelah peristiwa nahas yang menimpa kedua orangtuanya, masih tersisa sebuah harapan yang mengganjal di hatinya.

Tayang:
Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho | Editor: oda
tribunjogja/hanif suryo nugroho
Angger Rio saat pemakaman kedua orangtua serta seorang keponakannya, Rabu (29/11/2017). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA- Angger Rio Pambudi kini harus mewujudkan mimpinya sebagai pesepakbola tanpa dukungan kedua orantuanya, setelah ayahnya Subarjono (69), dan ibunya Ambar Tri Lestari (40) menjadi korban longsoran talud yang terletak dibelakang rumahnya Jlagran, Gedongtengen, Selasa (28/11/2017) lalu.

Winger kanan PSIM U-17 yang turut membawa Laskar Mataram muda tampil sebagai juara regional tahun 2016 serta runner up tahun 2017 ini, tak menampik sang ayah sangat berperan terhadap kesuksesannya menekuni olahraga sepakbola.

"Awalnya ya cuma sekadar hobi, lalu sama bapak saya dimasukkan ke SSB Gama," kenang Angger.

Meski diakui Angger sang ayah bukanlah seorang yang terlalu fanatik dengan olahraga paling populer di dunia ini, namun Subarjono tak pernah lelah mengarahkan serta mendukung karir Angger menekuni sepakbola.

"Bapak nggak pernah berhenti mensuport saya, pesan agar selalu berusaha, semangat, dan jangan lupa sholat," itulah pesan sang ayah yang selalu diingat Angger.

Kerja keras tak mengkhianati hasil, Angger berhasil menembus tim PSIM junior yang tampil pada ajang Piala Soeratin tahun 2016/2017.

"Bapak bangga saat tahu saya masuk di PSIM junior," ujar Angger.

Saking bangganya atas pencapaian putranya, Subarjono pernah berkata kepada Angger agar suatu hari nanti putra keduanya ini dapat membela tim PSIM senior.

"Mugo-mugo sesuk kowe iso mlebu PSIM senior," ujar Angger mengingat harapan sang Ayah kepadanya.

Bahkan pada gelaran Piala Soeratin 2017 lalu, kedua orangtua Angger tak pernah sekalipun melewatkan penampilan putranya berseragam parang biru bernomor punggung 13.

"Dua kali final bapak sama ibu selalu datang memberikan dukungan," kenang Angger.

Setelah peristiwa nahas yang menimpa kedua orangtuanya, masih tersisa sebuah harapan yang mengganjal di hati pemain kelahiran 3 November 2000 ini.

Harapan bermain di Tim Senior PSIM dan merasakan riuhnya dukungan seantero stadion, serta tampil di depan kedua orangtua tak lagi bisa ia rasakan.

Kini Angger bertekad dapat mewujudkan harapan sang ayah, untuk dapat masuk ke tim Senior PSIM Yogyakarta suatu saat nanti.

Namun targetnya dalam waktu dekat ini, ia dapat kembali membela PSIM Junior diajang Piala Soeratin untuk kompetisi tahun depan.

"Saya ingin muwudkan harapan bapak. Impian bapak dan impian saya sejak kecil," ujar Angger yang sejak kecil seringkali diajak sang ayah menyaksikan PSIM berlaga. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved