Kenaikan Pangkat dan Jabatan Dosen Penting bagi Perguruan Tinggi

Masalah sumberdaya perguruan tinggi di Indonesia saat ini, masih banyaknya dosen yang tidak memenuhi kualifikasi pendidikan minimal.

Kenaikan Pangkat dan Jabatan Dosen Penting bagi Perguruan Tinggi
dok.humas UNY
Direktur Karier dan Kompetensi SDM Kemenristekdikti Bunyamin Maftuh dalam acara lokakarya pembinaan kepegawaian promosi dan kepangkatan di UNY, Senin (27/11/2017). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Direktur Karier dan Kompetensi SDM Kemenristekdikti, Bunyamin Maftuh, mengatakan perlu adanya pengembangan karir dosen melalui beberapa skema.

Adapun pengembangan karir dosen meliputi sertifikasi, pengembangan kompetensi profesional melalui studi lanjut, kenaikan jabatan akademik dan pengembangan karya ilmiah, penelitian atau publikasi ilmiah.

Saat menjadi pembicara di acara lokakarya pembinaan kepegawaian promosi dan kepangkatan di UNY kemarin Senin (27/11/2017), Bunyamin mengatakan perguruan tinggi yang baik adalah yang memiliki kualitas riset tinggi, publikasi dan paten yang dimiliki, sitasi dan jumlah guru besar serta produktivitasnya dalam mempublikasi karyanya.

Namun demikian, di sisi lain masalah sumberdaya perguruan tinggi di Indonesia saat ini, masih banyaknya dosen yang tidak memenuhi kualifikasi pendidikan minimal.

Masalah lain adalah jumlah doktor yang rendah, banyak dosen belum memiliki jabatan akademik serta publikasi ilmiah dan jumlah guru besar yang sedikit.

Baca: Mahasiswa Ini Minta Saran ke Dosen Untuk Kencan. Dijawab Pakai Teori Ini dan Berhasil

Dari data yang dimilikinya, terdapat 245.919 dosen yang ada di Indonesia saat ini.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 53.440 orang berjabatan asisten ahli, 49.126 lektor, 29.180 lektor kepala, 5.222 guru besar dan sisanya belum berjabatan akademik.

"Padahal untuk mengurus kenaikan pangkat tidaklah sulit. Secara umum untuk mengurus kenaikan pangkat dari asisten ahli ke lektor, lektor ke lektor kepala dan lektor kepala ke guru besar adalah telah memenuhi angka kredit yang disyaratkan serta penulisan karya ilmiah dalam jurnal ilmiah nasional," terangnya.

Sementara itu, dalam acara yang dihadiri 500 orang dosen UNY, Wakil Rektor II UNY Edi Purwanta, mengatakan tenaga pengajar di UNY berjumlah 983 orang dengan 64 guru besar.

Ia mengungkapkan, selama ini kenaikan pangkat dan jabatan dosen di UNY belum seperti yang diharapkan.

Lantaran pemeringkatan Dikti bertopang pada jabatan lektor kepala dan guru besar, maka pihak UNY terus berupaya dengan berbagai ikhtiar untuk kenaikan pangkat dan jabatan yang ada saat ini.

"Harapan kami para dosen bisa naik jabatan dan pangkatnya karena lektor kepala dan guru besar menjadi kewajiban sebagai pengajar. Dan menjadi kewajiban kami di universitas untuk memfasilitasi kenaikan pangkat mereka," tandasnya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: nto
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved