Toilet Underground di Titik Nol Kilometer Yogya Dilengkapi Ruang Laktasi dan Kamar Mandi Difabel

Pembangunan fasilitas publik yang berada di kawasan nol kilometer memang sedang digalakkan pemerintah Yogyakarta.

Penulis: Rizki Halim | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA | Bramasto Adhy
TINJAUAN TOILET UMUM - Gubernur DI Yogyakarta, Sultan HB X meninjau lokasi toilet umum bawah tanah di Jalan Senopati, Yogyakarta, Senin (27/11). Toilet umum bawah tanah tersebut direncanakan selesai dan beroperasi mulai akhir tahun 2017. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rizki Halim

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Toilet bawah tanah (underground) di kawasan Nol Kilometer yang rencananya akan selesai pada 19 Desember mendatang, bakal memiliki beberapa fasilitas yang cukup memadai.

Selain adanya toilet yang dibagi untuk pria dan wanita, akan disediakan juga kamar mandi difabel dan ruang laktasi yang saat ini jarang ditemukan di tempat umum atau tempat wisata.

Kamar mandi yang memiliki nilai kontrak lebih dari Rp5 milyar ini rencananya akan terdiri dari 12 kamar mandi wanita, 6 kamar mandi pria, 10 urinoir, 1 kamar mandi difabel dan 1 ruang laktasi.

Pembangunan fasilitas publik yang berada di kawasan nol kilometer memang sedang digalakkan pemerintah Yogyakarta.

Selain pembangunan toilet, pemerintah Yogyakarta juga membangun pedestrian di kawasan titik nol kilometer.

Toilet baru dan pedestrian yang telah dibangun, diproyeksikan sudah dapat menampung para wisatawan di Yogya pada libur panjang akhir tahun nanti. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved