Inilah Pentingnya Data Kependudukan yang Belum Diketahui Masyarakat

Menurut Bambang, dengan adanya data kependudukan ini, bisa mengintervensi kebijakan pemerintah dalam kerja-kerjanya.

Inilah Pentingnya Data Kependudukan yang Belum Diketahui Masyarakat
tribunjogja/tantowi alwi
Suasana acara peresmian Rumah Data Kependudukan di Kampung KB, Padukuhan Malangrejo, Wedomartani, Ngemplak, Sleman, Senin (27/11/2017). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Tantowi Alwi

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Rumah Data Kependudukan di Padukuhan Malangrejo, Wedomartani, Ngemplak, Sleman telah diresmikan oleh Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) DIY, Senin (27/11/2017).

Berdasarkan UU nomor 52 tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, BKKBN memiliki peran strategis dalam pembangunan kependudukan di Indonesia.

"Penduduk sebagai objek dan subjek perlu dikenali, diidentifikasi, dipilah, dan dianalisis sehingga intervensi pembangunan akan lebih tepat sasaran," kata Bambang Marsudi, Kepala Perwakilan BKKBN DIY.

Menurut Bambang, dengan adanya data kependudukan ini, bisa mengintervensi kebijakan pemerintah dalam kerja-kerjanya.

"Misal ada anak yang belum sekolah padahal sudah usianya, ini wajib diketahui oleh dinas pendidikan, apakah ada kesulitan pembiayaan dan sebagainya," kata Bambang.

Selain itu, Rumah Data Kependudukan ini tidak terbatas pada data kependudukan, tapi juga data situasi wilayah tersebut.

Padukuhan Malangrejo juga merupakan Kampung Keluarga Berencana (KB), hal ini sesuai dengan instruksi Presiden Joko Widodo untuk membentuk Kampung KB di setiap kabupaten/kota di Indonesia.

"Kampung KB ini khususnya dalam capaian program masih relatif rendah dibanding kampung-kampung yang lain. Terutama partisipasi masyarakat untuk KB-nya, termasuk kelompok-kelompok kegiatan seperti bina keluarga balita, bina keluarga remaja, bina keluarga lansia, pusat informasi konseling belum terbentuk. Sehingga kita mengupayakan sosialisasi dan terbentuklah kelompok-kelompok kegiatan itu dari sisi pembangunan keluarga," lanjut Bambang.

Pengelolaan Rumah Data Kependudukan melibatkan masyarakat setempat.

"Diharapkan dapat meningkatkan kepedulian dan kesadaran masyarakat tentang pentingnya data dan informasi untuk peningkatan pengetahuan, sikap, dan perilaku," kata Bambang.

Selain itu, Bambang melanjutkan melalui rumah data kependudukan akan memudahkan Pokja Kampung KB, stakeholder dan mitra kerja dalam memahami kondisi riil Kampung KB sehingga mudah untuk menentukan intervensi apa yang bisa dilakukan melalui sinergitas dan integrasi penggarapan Kampung KB. (*)

Penulis: Tantowi Alwi
Editor: oda
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved