1.123 Penumpang dari Jogja Batal Terbang ke Denpasar

Agus Pandu menyampaikan, setiap ada penutupan aktivitas penerbangan tentu akan berdampak pada seluruh bandara.

1.123 Penumpang dari Jogja Batal Terbang ke Denpasar
Kompas.com/ Robinson Gamar
Letusan Gunung Agung yang terletak di Kabupaten Karangasem, Bali, terus membesar, Minggu (26/11/2017). 

TRIBUNJOGJA.COM — Sebaran abu Erupsi Gunung Agungmenyebabkan Bandara Gusti Ngurah Rai ditutup.

Imbas dari penutupan ini, sebanyak 1.123 penumpang dari Bandara Adisutjipto Yogyakarta menuju Bandara I Gusti Ngurah Rai Denpasar, Bali, gagal terbang.

"Kami sudah menerima notam sejak pukul 07.00 Wita bahwa Bandara Gusti Ngurah Rai close akibat adanya erupsi Gunung Agung," ucap General Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Bandara Internasional Adisutjipto Yogyakarta Agus Pandu Purnama, Senin (27/11/2017).

Agus Pandu menyampaikan, setiap ada penutupan aktivitas penerbangan tentu akan berdampak pada seluruh bandara.

Sama halnya  penutupan Bandara Gusti Ngurah Rai akibat erupsi Gunung Agung yang juga berdampak pada Bandara Internasional Adisutjipto.

Setidaknya ada 15 jadwal penerbangan dengan rute dari Bandara International Adisutjipto menuju Bandara Gusti Ngurah Rai atau sebaliknya.

"Kami memiliki 15 penerbangan dari dan ke Ngurah Rai, memang cukup banyak. Jadi saya mencatat ada 3 penerbangan Lion Air, 6 Penerbangan Garuda, 4 Penerbangan Air Asia, dan 2 penerbangan Nam Air," ujarnya.

Menurut dia, total calon penumpang untuk jadwal penerbangan rute dari Yogyakarta menuju Denpasar tercatat 1.123 orang, sedangkan rute Denpasar menuju Yogyakarta jumlah penumpang 810 orang.

"Total yang harusnya berangkat ke Ngurah Rai 1.123 penumpang terpaksa harus dibatalkan. Yang seharusnya tiba di Bandara Adisutjipto dari Ngurah Rai sebanyak 810 orang," tuturnya.

Pagi tadi, lanjutnya, ada dua penerbangan yang sebenarnya sudah siap terbang, tetapi harus dibatalkan karena Bandara I Gusti Ngurah Rai Denpasar, Bali, ditutup. Dua maskapai yang gagal berangkat adalah NAM Air dan Lion Air.

"Tadi pagi total  290 penumpang terpaksa batal berangkat," ujarnya.

Calon penumpang yang gagal berangkat diberi dua pilihan, yakni bisa reschedule (penjadwalan ulang) atau refund (pengembalian uang) tiket. Penumpang yang memilih reschedule akan bisa langsung berangkat jika Bandara Gusti Ngurah Rai sudah dibuka kembali.

"Mereka kami berikan pilihan, reschedule atau refund. Ya, kalau reschedule, kami cadangkan hari-hari apabila Bandara Ngurah Rai sudah dibuka, mereka bisa langsung terbang," ujarnya.

Editor: ribut raharjo
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved